Habib Syarief Soroti Krisis Riset Nasional: Alokasi 2026 Dinilai Jauh dari Janji

Habib Syarief Soroti Krisis Riset Nasional: Alokasi 2026 Dinilai Jauh dari Janji

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, menyoroti kondisi riset nasional yang dinilainya tengah menghadapi krisis. Sorotan itu muncul setelah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengumumkan hasil seleksi pendanaan riset tahun 2026 pada 9 April.

Habib Syarief menilai terdapat kesenjangan besar antara janji pemerintah dan realitas alokasi anggaran riset. Ia menyebut publik sebelumnya sempat menangkap optimisme bahwa dana riset nasional akan mencapai Rp 12 triliun sebagai bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045.

Namun, menurutnya, hasil yang diumumkan menunjukkan angka yang jauh lebih kecil. “Total alokasi hanya Rp 1,7 triliun. Ini sebuah anti-klimaks,” kata Habib Syarief dalam keterangan resmi, Minggu (12/4).

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai “anemia anggaran” yang, menurutnya, berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Sebagai perbandingan, Habib Syarief menyatakan bahwa besaran dana riset selama setahun itu setara dengan biaya operasional sekitar 1,5 hari program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang disebut menghabiskan Rp 1,2 triliun per hari.