KUDUS — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMATIKA) bersama Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar forum dialog bertajuk “Rembug Prodi” di Gedung Rektorat, Ruang Seminar Lantai IV, Kamis (09/4/2026). Kegiatan ini mempertemukan pimpinan, dosen, dan seluruh mahasiswa aktif untuk menyatukan visi dan membahas pengembangan program studi.
Forum dibuka dengan pemaparan mengenai visi dan misi Program Studi Pendidikan Matematika oleh Dr. Henry Suryo Bintoro, M.Pd. Ia menekankan pentingnya pemahaman visi dan misi sebagai komitmen bersama, bukan sekadar formalitas akademik, guna mendorong pencapaian target keunggulan program studi.
Sesi berikutnya disampaikan Dr. Ratri Rahayu, M.Pd. yang membahas kurikulum dan rekognisi. Materi tersebut menyoroti struktur perkuliahan terbaru serta peluang pengakuan prestasi di luar kampus yang dapat menunjang kompetensi profesional mahasiswa.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Dr. Sumaji, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam forum dialog tersebut. Ia menegaskan keterbukaan sebagai langkah awal transformasi program studi.
“Forum Rembug Prodi ini adalah bukti nyata komitmen kita pada keterbukaan dan transparansi. Aspirasi yang kalian sampaikan hari ini akan menjadi landasan bagi kami untuk terus berbenah, mulai dari peningkatan fasilitas pendukung hingga penyempurnaan kualitas pengajaran, agar prodi kita semakin unggul dan mampu mencetak prestasi yang membanggakan,” ujar Dr. Sumaji.
Memasuki agenda inti, mahasiswa diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, mulai dari gagasan, saran, hingga keluhan terkait kendala selama perkuliahan. Berbagai isu seperti sarana prasarana, sistem administrasi akademik, dan metode pedagogik dosen dibahas serta ditanggapi langsung oleh dosen dalam sesi tanya jawab.
Ketua HIMATIKA UMK 2026, Galih Febrian Agustino, menegaskan peran mahasiswa sebagai mitra strategis program studi. Menurutnya, HIMATIKA berupaya menjadi penghubung antara aspirasi mahasiswa dan kebijakan program studi agar setiap masukan dipertimbangkan secara serius.
“HIMATIKA hadir sebagai jembatan yang menghubungkan harapan rekan-rekan mahasiswa dengan kebijakan prodi. Melalui Rembug Prodi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap suara mahasiswa didengar dan dipertimbangkan secara serius dalam pembangunan prodi ke depan, demi terciptanya lingkungan belajar yang progresif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman,” tegas Galih.
Forum ditutup dengan komitmen bersama agar masukan yang telah dibahas tidak berhenti pada diskusi, melainkan dapat ditindaklanjuti dalam kebijakan nyata. Dengan komunikasi dua arah antara HIMATIKA dan program studi, Pendidikan Matematika UMK menyatakan optimistis dapat terus memperkuat mutu sebagai program studi yang unggul dan kompetitif.

