Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Herik Kurniawan menyambut positif peluncuran Buku Saku 0% berjudul Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026 yang disusun oleh Kantor Staf Presiden (KSP).
Herik menilai publikasi tersebut memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi insan pers dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berbasis data. Ia menyampaikan dukungan itu dalam keterangan pada Sabtu (11/4/2026).
Menurut Herik, buku saku tersebut dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekosistem keterbukaan informasi publik, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transparansi kebijakan pemerintah. Ia menilai penyajian informasi yang ringkas dan mudah dipahami menjadi salah satu keunggulan, terlebih ketika arus informasi dinilai kian cepat dan kompleks.
Herik juga menekankan, panduan yang jelas dan ringkas dapat membantu masyarakat memahami hak-haknya serta mekanisme penyaluran bantuan secara tepat. Dari sisi media, ia menyebut buku saku itu dapat menjadi rujukan agar pemberitaan tetap akurat, berimbang, dan berbasis data.
Ia menegaskan keterbukaan informasi mengenai program kesejahteraan merupakan langkah strategis untuk membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah. Karena itu, Herik berharap inisiatif KSP tidak berhenti sebagai produk sesaat, melainkan diperbarui secara berkala agar tetap relevan dengan dinamika kebijakan dan kebutuhan masyarakat.
Penilaian senada disampaikan kulturolog Indonesia Iwan Jaconiah. Ia memandang Buku Saku 0 Persen sebagai bagian dari narasi besar pembangunan kesejahteraan yang menempatkan negara hadir secara nyata di tengah masyarakat.
Iwan mengatakan visi “Bersama Indonesia Maju” yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan komitmen transformatif untuk memperkuat fondasi bangsa. Ia menilai berbagai program dukungan kesejahteraan yang dijalankan pemerintah menjadi instrumen konkret untuk menerjemahkan konsep kehadiran negara ke dalam kebijakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama bagi kelompok yang paling rentan.

