JAKARTA — Kehadiran Buku Saku 0% berjudul “Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026” yang disusun Kantor Staf Presiden (KSP) mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Buku saku tersebut dinilai dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta literasi publik terkait program-program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Herik Kurniawan, mengatakan buku saku itu memiliki peran strategis, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi insan pers dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berbasis data.
“Saya menyambut baik hadirnya buku saku yang disusun Kantor Staf Presiden (KSP) dengan tema Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026,” ujar Herik.
Menurutnya, buku tersebut berfungsi sebagai instrumen yang tidak sekadar menyajikan informasi, tetapi juga memperkuat ekosistem keterbukaan informasi publik di tengah meningkatnya kebutuhan akan transparansi kebijakan.
Herik menekankan pentingnya penyajian informasi dalam format yang ringkas dan mudah dipahami, terutama di tengah derasnya arus informasi yang kerap tidak terverifikasi dan dapat membingungkan publik.
“Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan kompleks, kehadiran panduan yang ringkas, jelas, dan mudah dipahami seperti ini sangat membantu masyarakat untuk mengetahui hak-haknya sekaligus memahami mekanisme penyaluran bantuan secara tepat,” jelasnya.

