Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama PT Nusantara Cita Bersama (Nusacita) meluncurkan integrasi layanan donasi berbasis teknologi digital. Kolaborasi ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat menyalurkan bantuan sosial melalui jaringan pembayaran yang disebut aman dan transparan secara nasional.
Peluncuran tersebut mencerminkan pergeseran cara masyarakat berdonasi. Praktik yang sebelumnya identik dengan kotak amal fisik atau transfer bank bertahap, kini semakin bergeser ke layanan digital yang dapat diakses melalui ponsel. Perubahan ini turut dipengaruhi adopsi teknologi finansial (fintech), terutama di kalangan generasi produktif di kota-kota besar, yang menuntut kemudahan, kecepatan, dan transparansi dalam transaksi, termasuk untuk kegiatan filantropi.
Melalui integrasi ini, BMH dan Nusacita berupaya menjawab kebutuhan donatur modern terkait aksesibilitas dan akuntabilitas. Kanal donasi yang terhubung dengan jaringan pembayaran yang sudah familiar diharapkan dapat mengurangi hambatan dalam proses berdonasi, sehingga niat beramal dapat dilakukan tanpa prosedur yang rumit.
Presiden Direktur Nusacita, Taufik Kurniawan, menyatakan teknologi finansial dapat berperan lebih luas dari sekadar fungsi komersial. “Kami meyakini bahwa teknologi finansial memiliki peran strategis dalam mendorong inklusi sosial. Melalui integrasi layanan donasi pada jaringan Nusacita, kami berupaya menghadirkan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial secara mudah, aman, dan transparan,” ujarnya.
Dari sisi penghimpunan dana, kerja sama ini dinilai dapat membantu memperluas jangkauan partisipasi publik. BMH sebagai mitra penyalur memperoleh akses ke basis pengguna yang lebih luas dan beragam, sementara rekam jejak BMH dalam pengelolaan dan distribusi dana untuk program pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi disebut menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan di ekosistem digital.
Perwakilan BMH menekankan bahwa adaptasi digital menjadi kebutuhan untuk menjaga keberlanjutan penghimpunan dana sosial di masa mendatang. “Kolaborasi dengan Nusacita merupakan langkah strategis dalam memperkuat kanal penghimpunan dana sosial berbasis digital. Kami berharap kemudahan akses yang dihadirkan melalui jaringan Nusacita dapat mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program pemberdayaan yang berkelanjutan,” kata perwakilan BMH.
Integrasi layanan donasi digital ini juga menegaskan upaya Nusacita membangun ekosistem pembayaran yang terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ke depan, model serupa diperkirakan terus berkembang seiring meningkatnya digitalisasi filantropi di Indonesia, dengan harapan membuat penghimpunan dana sosial lebih efisien dan partisipatif.

