Presiden Joko Widodo menanggapi jalannya debat ketiga calon presiden yang berlangsung pada Minggu (7/1). Menurut Jokowi, saling serang dalam debat tidak menjadi persoalan selama yang diperdebatkan berkaitan dengan kebijakan, visi, dan misi, bukan menyerang pribadi kandidat.
Namun, Jokowi menilai debat ketiga belum banyak menampilkan substansi dan visi para calon presiden. Ia menyebut yang lebih menonjol justru aksi saling serang antarkandidat, termasuk dalam pembahasan isu pertahanan.
Atas kondisi tersebut, Jokowi menilai format debat pemilihan presiden sebaiknya dibuat lebih baik lagi ke depannya agar pembahasan lebih fokus pada materi dan gagasan.
KompasTV juga mengulas dinamika debat tersebut bersama Guru Besar Psikologi Politik Universitas Indonesia, Prof. Hamdi Muluk, yang menilai saling serang dalam debat ketiga terlihat “maksa”.

