Kedubes Iran Apresiasi Kesiapan Indonesia Jadi Mediator, Bukan Menolak

Kedubes Iran Apresiasi Kesiapan Indonesia Jadi Mediator, Bukan Menolak

Beredar narasi di media sosial yang menyebut Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menolak ajakan mediasi dari Indonesia terkait konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Unggahan itu antara lain muncul dari akun Instagram @indonesian.core dengan judul besar “Dubes Iran Tolak Indonesia Yang Hendak Terlibat Langsung Dalam Upaya Mediasi Amerika Dan Iran”.

Narasi tersebut membangun kesan seolah-olah hubungan diplomatik Indonesia dan Iran memburuk akibat penolakan itu. Namun, informasi tersebut dinilai keliru karena pernyataan resmi Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia justru menyampaikan apresiasi atas kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator.

Dalam keterangan resmi yang dikutip dari akun @cekfakta.ri pada Kamis (5/3), disebutkan bahwa Kedutaan Besar Iran mengapresiasi kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan mediasi. Pernyataan serupa juga tercantum dalam keterangan resmi Kedutaan Iran yang dikutip Minggu (1/3), yang menyatakan apresiasi atas dukungan konsisten pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri. Indonesia juga menegaskan pentingnya mengedepankan dialog dan diplomasi dengan tetap menghormati kedaulatan serta integritas wilayah setiap negara.

Dalam perkembangan lain, Presiden RI Prabowo Subianto disebut telah menyampaikan surat berisi ucapan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan AS dan Israel. Surat tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi pada Rabu (4/3).