Ketua DPRD Cimahi Minta Penataan Ruang Lebih Humanis, Estetis, dan Melibatkan Warga

Ketua DPRD Cimahi Minta Penataan Ruang Lebih Humanis, Estetis, dan Melibatkan Warga

Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widiyatmoko, menekankan pentingnya penataan ruang kota yang tidak hanya tertib secara administratif, tetapi juga benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, tata ruang harus dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Pernyataan itu disampaikan Wahyu dalam sebuah talkshow yang digelar Pokja JWI Kota Cimahi di Hotel Tjimahi. Dalam diskusi tersebut, ia mendorong Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk merancang tata ruang yang lebih efektif, humanis, dan memperhatikan estetika.

Wahyu menilai ruang kota bukan semata soal bangunan dan jalan, melainkan juga berkaitan dengan kenyamanan hidup masyarakat. “Penataan kota itu harus hidup, harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain mendorong perbaikan kebijakan, Wahyu menyatakan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara aktif, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Ia menekankan pentingnya transparansi dan keberpihakan pada kepentingan publik, serta menyebut konsistensi pemerintah sebagai kunci dalam menjaga arah pembangunan.

Wahyu juga menyoroti perlunya pengendalian bangunan dan pengawasan berkala agar ruang terbuka hijau tetap terjaga dan tidak tergerus pembangunan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, menyambut positif dorongan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya tengah fokus pada sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan Underpass Cimahi dan perbaikan sistem drainase untuk mengatasi banjir.

Wilman menambahkan, Dinas PUPR telah merampungkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai fondasi pembangunan kota yang terintegrasi dan berkelanjutan. Ia menyebut persoalan tata ruang di Cimahi masih berkutat pada masalah yang dinilainya klasik, seperti kemacetan, banjir, dan sampah, namun pihaknya juga tetap memperhatikan estetika kota.

“Persoalan tata ruang di Cimahi ini klasik: kemacetan, banjir, dan sampah. Tapi kami juga tidak melupakan estetika kota agar masyarakat bisa hidup lebih nyaman,” kata Wilman.

Ke depan, sinergi antara legislatif dan eksekutif diharapkan dapat menghadirkan penataan Kota Cimahi yang lebih rapi, hijau, nyaman, dan berpihak pada warga.