Kabar di media sosial yang menyebut Jonathan, kura-kura raksasa dari Pulau Saint Helena yang dikenal sebagai kura-kura tertua di dunia, mati pada 1 April 2026 dipastikan tidak benar.
Narasi tersebut beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook. Salah satu unggahan menyatakan bahwa Jonathan “telah pergi” dan menambahkan daftar peristiwa sejarah yang diklaim telah disaksikan kura-kura berusia hampir 200 tahun itu.
Setelah kabar itu menyebar, Pemerintah Saint Helena menyampaikan bantahan melalui laman resminya. Pemerintah setempat menegaskan Jonathan masih hidup dan dalam kondisi sehat.
“Pemerintah Saint Helena ingin meyakinkan masyarakat bahwa Jonathan, kura-kura raksasa kesayangan Saint Helena sekaligus hewan darat tertua di dunia, masih hidup dan dalam keadaan sehat,” tulis Pemerintah Saint Helena pada 2 April 2026.
Dalam penjelasannya, Pemerintah Saint Helena menyebut bahwa pada pagi 2 April 2026, Jonathan berada di tempat tinggalnya di area Plantation House. Jonathan disebut masih beraktivitas seperti biasa dan berada dalam pengawasan staf Plantation House serta layanan dokter hewan Saint Helena.
Pemerintah Saint Helena juga mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai kabar kematian Jonathan yang beredar di media sosial dan meminta publik merujuk saluran resmi untuk memperoleh informasi yang valid.
Dengan demikian, klaim yang menyatakan Jonathan mati pada 1 April 2026 merupakan hoaks.

