Sebuah unggahan di Facebook pada 5 April 2026 menyebarkan klaim adanya link pendaftaran bantuan token listrik sebesar Rp700.000 yang disebut diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Unggahan tersebut menampilkan poster bertuliskan “PLN” dan ajakan untuk segera mendaftar.
Dalam unggahan itu, tersedia menu pendaftaran yang ketika diklik mengarahkan pengguna ke sebuah situs tertentu. Situs tersebut meminta sejumlah data identitas, mulai dari nama hingga nomor Telegram.
Berdasarkan penelusuran, klaim tersebut tidak benar. PT PLN (Persero) sebelumnya telah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran token listrik gratis yang beredar di media sosial karena merupakan hoaks dan berpotensi menjadi modus kejahatan siber.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan PLN tidak pernah membuat maupun menyelenggarakan promo token listrik gratis seperti yang beredar. Ia menegaskan informasi tersebut merupakan hoaks dan mengindikasikan penipuan.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi atau promosi yang tidak bersumber dari kanal resmi. Menurut PLN, informasi promo resmi hanya disampaikan melalui media sosial korporat milik PLN atau aplikasi PLN Mobile.
Peringatan serupa turut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi PLN, @pln_id, yang meminta masyarakat waspada terhadap akun tidak resmi yang menyebarkan hoaks promo listrik gratis.
Sementara itu, penelusuran juga menemukan informasi resmi pemerintah terkait sektor kelistrikan yang berbeda dari klaim bantuan token. Dalam artikel di situs Sekretariat Kabinet, disebutkan Presiden Prabowo memerintahkan percepatan program listrik desa untuk 5.700 desa yang belum teraliri listrik dan 4.400 dusun, dengan target penyelesaian hingga 2029–2030. Program tersebut disampaikan dalam rapat terbatas pada 25 Agustus 2025 dan berkaitan dengan agenda elektrifikasi desa, bukan pendaftaran bantuan token listrik Rp700.000 melalui tautan tertentu.
Dengan demikian, klaim mengenai link pendaftaran bantuan token listrik Rp700.000 dari Prabowo-Gibran tidak terbukti dan dinyatakan tidak benar.

