Isu mengenai Persib Bandung yang disebut-sebut lolos ke babak final ACL2 musim 2025/2026 kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Narasi yang beredar mengaitkan kabar tersebut dengan spekulasi bahwa klub Thailand, Ratchaburi FC, didiskualifikasi menyusul kontroversi kepemimpinan wasit pada laga babak 16 besar.
Pembahasan ini menguat setelah muncul kekecewaan suporter terhadap sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan Persib. Beberapa momen yang disorot antara lain pelanggaran terhadap Adam Alis yang tidak berujung kartu, serta kartu merah langsung untuk pemain Persib yang disebut tidak disertai pengecekan VAR secara maksimal. Situasi tersebut memicu protes dan harapan agar hasil pertandingan ditinjau ulang.
Namun hingga kini, Ratchaburi FC masih tercatat secara sah sebagai tim yang melaju ke fase berikutnya dalam bagan resmi kompetisi ACL2. Informasi yang viral di YouTube maupun platform media sosial lainnya disebut masih bersifat spekulatif dan belum didukung keputusan administratif dari otoritas sepak bola Asia.
Merujuk regulasi kompetisi AFC, margin gol menjadi penentu eliminasi sebuah tim. Perubahan hasil pertandingan pada prinsipnya hanya bisa terjadi melalui keputusan komite disiplin apabila ditemukan pelanggaran administratif berat. Ketidakpuasan terhadap VAR atau keputusan wasit di lapangan tidak otomatis menggugurkan status kemenangan sebuah tim, kecuali ada bukti pelanggaran seperti manipulasi dokumen atau penggunaan pemain ilegal.
Dengan demikian, klaim bahwa Persib sudah dipastikan lolos ke final ACL2 2025/2026 karena Ratchaburi FC didiskualifikasi belum memiliki dasar resmi. Publik disarankan merujuk pada pengumuman dan dokumen kompetisi yang dikeluarkan pihak berwenang.

