Sebuah foto yang beredar di media sosial menampilkan helikopter jatuh, disertai narasi bahwa helikopter Black Hawk milik Amerika Serikat (AS) ditembak jatuh Iran saat menjalankan misi penyelamatan pilot yang ditahan di negara tersebut.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim itu keliru. Foto tersebut merupakan konten yang dibagikan dengan konteks yang tidak sesuai.
Foto yang sama telah beredar di internet setidaknya sejak satu tahun lalu dan salah satunya tercantum di situs Aviation Safety. Kendaraan udara dalam foto itu diidentifikasi sebagai Sikorsky UH-60L Black Hawk milik Angkatan Udara AS.
Insiden yang terekam dalam foto terjadi saat helikopter tersebut mengalami kerusakan dan melakukan pendaratan darurat di dekat Pangkalan Udara Soto Cano, Honduras, pada 5 Maret 2025.
Laporan awal menyebutkan ada empat prajurit di dalam helikopter. Seluruhnya selamat dan hanya mengalami luka ringan. Unit Tanggap Darurat Medis (UREM), Dinas Pemadam Kebakaran Honduras, serta pihak penyelamat lainnya dilaporkan tiba di lokasi untuk memberikan pertolongan.
Dengan demikian, peristiwa pendaratan darurat itu tidak terkait dengan narasi helikopter AS ditembak jatuh Iran maupun konflik yang disebut-sebut melibatkan Israel-AS dan Iran.

