Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mengkritik kinerja Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta terkait program pemasangan kamera pengawas (CCTV) di Ibu Kota. Kritik itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi A bersama jajaran eksekutif di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).
Dalam rapat tersebut, Kevin menyoroti klaim Diskominfotik yang menyebut pemasangan 1.494 titik CCTV sebagai sebuah pencapaian. Menurutnya, angka itu tidak menunjukkan perubahan jika dibandingkan dengan data yang sebelumnya pernah disampaikan.
“Yang saya lihat ini data tidak berubah. Data sebelumnya kami juga melihat angka yang sama. Ini coba dijelaskan kenapa itu dianggap sebagai pencapaian,” kata Kevin.
Ia juga mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran CCTV yang mencapai Rp256 miliar pada APBD 2025, namun dinilai belum berdampak signifikan terhadap penambahan jumlah titik CCTV di Jakarta. Kevin menilai, dengan anggaran sebesar itu, jumlah pemasangan CCTV semestinya dapat meningkat lebih jauh, bukan tetap pada angka yang sama.
Selain itu, Kevin menyebut Diskominfotik kembali menganggarkan program CCTV sebesar Rp186 miliar dalam APBD 2026. Ia berharap penggunaan anggaran dapat lebih terukur dan menghasilkan peningkatan jumlah titik pemasangan.
“Dengan anggaran sebesar 256 miliar, tentu harapan kami per titiknya bisa ditambah. Jangan hanya sebesar angka tersebut,” ujarnya.
Kevin turut mengungkap hasil riset PricewaterhouseCoopers (PwC) yang menyebut kota global seperti Jakarta idealnya memiliki 70.000 hingga 90.000 titik CCTV. Jika dibandingkan dengan jumlah saat ini, ia menilai capaian tersebut baru sekitar 2 persen dari kebutuhan ideal, sehingga masih terdapat kesenjangan yang besar.
“Artinya kalau cuma 1.400, itu baru angkanya 2 persen. Berarti masih punya gap 98 persen titik,” ucapnya.
Ia menilai minimnya jumlah CCTV menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya angka premanisme, parkir liar, hingga kriminalitas di Jakarta. Kevin juga menyoroti bahwa banyak pengungkapan kasus kriminal justru berasal dari rekaman warga atau netizen, bukan dari sistem pengawasan milik pemerintah.
“Yang kita sayangkan, lebih banyak tangkapan kamera dari netizen, dari masyarakat. Ini yang harus kita cermati,” katanya.
Kevin mendorong Diskominfotik DKI Jakarta agar lebih efektif dan efisien dalam memanfaatkan anggaran, sehingga jumlah titik CCTV di Jakarta dapat ditingkatkan secara signifikan ke depan.

