Dua kasus yang melibatkan Dang Thi Hong dan Nguyen Thi Bich Tuyen memicu sorotan publik terhadap tata kelola bola voli Vietnam, terutama terkait kriteria kelayakan atlet perempuan dan isu-isu yang berkaitan dengan gender. Perkembangan terbaru menunjukkan keduanya tidak lagi tampil di level tertinggi, di tengah polemik yang belum sepenuhnya mereda.
Dang Thi Hong secara resmi pensiun setelah Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) melarangnya mengikuti Kejuaraan Dunia U-21 2025 bersama tim U-21 Vietnam karena dinilai tidak memenuhi persyaratan kelayakan. Menyusul insiden tersebut, Federasi Bola Voli Vietnam juga mengumumkan Dang Thi Hong tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam turnamen nasional resmi hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Sementara itu, di LPBank Ninh Binh, opposite hitter Nguyen Thi Bich Tuyen tidak tercantum dalam daftar pemain yang akan berkompetisi pada musim 2026 dan ditugaskan ke pekerjaan lain oleh staf pelatih. Bich Tuyen sebelumnya secara tak terduga mengundurkan diri dari tim nasional sebelum keberangkatan ke Kejuaraan Dunia Wanita 2025 dengan alasan pribadi. Setelah itu, ia juga absen pada fase kedua Kejuaraan Nasional 2025 karena cedera.
Rangkaian peristiwa tersebut menimbulkan pertanyaan di ruang publik mengenai metode pengelolaan bola voli Vietnam, khususnya menyangkut standar kompetisi bagi atlet wanita dan bagaimana isu gender memengaruhi berbagai aspek penyelenggaraan olahraga ini. Dalam beberapa waktu terakhir, isu gender disebut kian membayangi bola voli Vietnam, mempertegas kebutuhan akan aturan yang lebih jelas dalam sistem kompetisi nasional maupun dalam konteks keikutsertaan di ajang internasional.
Dalam konteks ini, penyusunan dan publikasi peraturan serta ketentuan dipandang penting agar badan pengatur memiliki dasar yang tegas dalam mengambil keputusan. Aturan yang transparan dinilai dapat menjadi rujukan untuk melarang atlet yang tidak memenuhi syarat, sekaligus menyediakan landasan hukum yang jelas bagi atlet seperti Bich Tuyen apabila ingin kembali berkompetisi secara sah.

