Pendaftaran Awal Kelas 10 di Sekolah Swasta Hanoi: Batas Tipis antara Biaya Administrasi dan Reservasi Kursi

Pendaftaran Awal Kelas 10 di Sekolah Swasta Hanoi: Batas Tipis antara Biaya Administrasi dan Reservasi Kursi

Sejumlah sekolah swasta di Hanoi mulai membuka pendaftaran awal untuk penerimaan siswa kelas 10 dengan mekanisme dan jenis biaya yang beragam. Dalam praktiknya, perbedaan antara sekadar “mendaftar” dan “memesan tempat” dinilai tidak selalu jelas bagi orang tua.

Di Sekolah Menengah Atas Lomonosov Hanoi Barat, orang tua dapat mendaftarkan anak secara daring melalui situs web sekolah. Untuk tahun ajaran berikutnya, sekolah berencana menerima sekitar lima kelas siswa kelas 10, dengan maksimal 34 siswa per kelas.

Berdasarkan informasi dari bagian penerimaan siswa, pendaftar diwajibkan membayar biaya 300.000 VND. Setelah hasil penerimaan diumumkan, sekolah akan mengirim pemberitahuan pendaftaran. Jika orang tua menyetujui, keluarga diminta membayar “biaya pendaftaran” sebesar 3 juta VND. Sekolah menjelaskan biaya tersebut akan dipotong dari biaya tahun ajaran pertama.

Sementara itu, Sekolah Dasar, Menengah, dan Atas Hoang Mai Star mengumumkan mulai menerima pendaftaran kelas 10 pada Oktober 2025. Para siswa dijadwalkan menjalani penilaian pada Januari 2026 dan diharapkan mengikuti ujian simulasi pada awal April.

Perwakilan bagian penerimaan sekolah menyebut orang tua mendaftar secara online dan membayar biaya pendaftaran 500.000 VND. Biaya pendaftaran dibayarkan jika siswa diterima dan orang tua mengonfirmasi pendaftaran. Sekolah mengumumkan biaya pendaftaran kelas 10 sebesar 24,5 juta VND untuk program unggulan dan 26,5 juta VND untuk program siswa berbakat.

Berbeda dari dua sekolah tersebut, SMA Nguyen Sieu menyatakan tidak memungut biaya pendaftaran dalam beberapa tahun terakhir. Orang tua dapat mengisi data secara gratis di situs web sekolah. Setelah permohonan disetujui, siswa membayar biaya pendaftaran sekitar 1 juta VND untuk mengikuti ujian masuk yang diselenggarakan sekolah.

Dari sudut pandang sejumlah orang tua, batas antara “biaya pendaftaran”, “konfirmasi pendaftaran”, dan “biaya reservasi” kerap sulit dibedakan dalam praktik. Jika pungutan dilakukan setelah siswa diterima dan orang tua mengonfirmasi pendaftaran, sekolah biasanya menjelaskan biaya itu sebagai bagian dari proses pendaftaran untuk memastikan kuota, serta akan diperhitungkan sebagai potongan biaya sekolah.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa tanpa pengawasan yang ketat, “biaya reservasi” dapat muncul dengan berbagai nama lain, seperti “biaya dokumen”, “biaya komitmen”, atau sebutan lain yang berpotensi menimbulkan kebingungan.