LDA Karaton Surakarta Tegaskan Revitalisasi Panggung Songgo Buwono Tidak Gunakan APBN

LDA Karaton Surakarta Tegaskan Revitalisasi Panggung Songgo Buwono Tidak Gunakan APBN

Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat menegaskan komitmennya pada transparansi dan akuntabilitas di tengah polemik revitalisasi Panggung Songgo Buwono yang belakangan ramai dibicarakan publik.

Ketua LDA Karaton Surakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, menyatakan proyek revitalisasi tersebut tidak menggunakan dana negara. Menurutnya, pembiayaan dilakukan melalui skema kerja sama dengan pihak swasta serta dukungan filantropis.

LDA menilai tudingan yang menyebut proyek itu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan masyarakat.

Selain itu, LDA mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap pengelolaan dana hibah negara sejak 2009 hingga 2025. Langkah tersebut disebut penting untuk memastikan tidak adanya penyimpangan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana yang bersumber dari masyarakat.

Dari sisi teknis, LDA menjelaskan bahwa munculnya lumut atau jamur pada bangunan dinilai wajar mengingat iklim tropis dengan tingkat kelembapan tinggi. LDA menyebut fenomena tersebut bukan indikasi kegagalan konstruksi, melainkan bagian dari dinamika alami bangunan berbasis material tradisional yang memerlukan perawatan rutin.

LDA juga memastikan pemeliharaan telah dilakukan sesuai prinsip konservasi bangunan cagar budaya.

Dalam pernyataannya, LDA turut menegaskan bahwa pihak-pihak yang mengatasnamakan diri sebagai juru bicara dan melontarkan tudingan di ruang publik tidak memiliki legitimasi sebagai bagian dari keluarga maupun Trah Karaton Surakarta Hadiningrat.

Gusti Moeng mengajak semua pihak mengedepankan verifikasi fakta dan tidak membangun opini yang dapat menyesatkan publik. Ia menekankan pelestarian Karaton sebagai warisan budaya adi luhung memerlukan dukungan bersama yang konstruktif.

Sebelumnya, polemik revitalisasi Panggung Songgo Buwono disebut memanas setelah kubu Paku Buwana (PB) XIV Purbaya menyampaikan kritik terhadap hasil pengerjaan proyek. Melalui juru bicaranya, KPA Singonagoro, kubu Purbaya menilai revitalisasi yang baru berjalan sekitar tiga bulan sejak peresmian masih menyisakan sejumlah persoalan di lapangan, termasuk klaim adanya tanda-tanda kerusakan pada beberapa bagian bangunan dan munculnya lumut di dinding luar.

Singonagoro juga menyatakan sejak awal pihaknya mengingatkan pentingnya kajian akademik. Ia menambahkan hingga kini mereka mengaku tidak mengetahui apakah proses revitalisasi dilakukan secara terbuka dan sesuai kaidah pelestarian cagar budaya.