Lima Siswa SMPN 2 Bebandem Lolos ke Ajang Ocean’s Undiksha 2026

Lima Siswa SMPN 2 Bebandem Lolos ke Ajang Ocean’s Undiksha 2026

Lima siswa SMP Negeri 2 Bebandem, Kabupaten Karangasem, lolos ke ajang Ocean’s (Olimpiade Civic Education Social and Sciences) yang diselenggarakan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja pada 2026. Kelima siswa tersebut akan bersaing di tingkat Provinsi Bali untuk memperebutkan tiket menuju tingkat nasional.

Kompetisi tingkat provinsi itu akan digelar oleh Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha pada 15 Mei 2026. Kepala SMPN 2 Bebandem, Ni Komang Tresna Winasih, S.Pd., berharap para siswanya dapat melaju hingga tingkat nasional. “Harapan kami, siswa SMPN 2 Bebandem bisa lolos ke Ocean’s tingkat nasional,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya di Banjar Pande Sari, Desa/Kecamatan Bebandem, Sabtu (11/4).

Pada babak penyisihan tingkat Kabupaten Karangasem, SMPN 2 Bebandem meraih juara pada dua mata pelajaran yang dilombakan, yakni Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Di bidang IPS, juara diraih Ni Kadek Mita Galuh Sudiantari (kelas IX/A) dengan skor 245. Ia mengungguli Zehan Regina Faradiba dari MTs Ma’arif Bebandem yang mencatat skor 240 di posisi kedua, serta Ni Ketut Andri Permata Sari dari SMPN 2 Abang di posisi ketiga dengan skor yang sama.

Sementara di bidang PPKn, juara diraih Ni Kadek Ulandepi (kelas IX/E) dengan skor 220. Posisi kedua ditempati Ni Made Dewi Andita Indriyani dari SMPN 2 Amlapura dengan skor 210, dan posisi ketiga diraih Ni Putu Meta Permata Sari dari SMPN 3 Manggis dengan skor 205.

Selain dua juara tersebut, SMPN 2 Bebandem juga meloloskan tiga siswa lainnya, yakni Ni Komang Ayudhia Astiti (kelas VIII/A) dan I Kadek Pande Wijaya Putra (kelas VII/A) dari bidang IPS, serta Ni Putu Yonika Ulandari (kelas VIII/A) dari bidang PPKn.

Salah satu peserta, Ni Kadek Mita Galuh Sudiantari, mengatakan dirinya masih menghadapi kesulitan pada materi ekonomi, khususnya terkait permintaan dan penawaran serta penentuan harga keseimbangan pasar. “Materi ekonomi, terutama yang berkaitan dengan hitung-hitungan, masih menjadi tantangan bagi saya,” ujarnya.

Ia juga mengakui soal yang berkaitan dengan ekonomi makro dan mikro cukup menyulitkan. Meski demikian, ia menyebut tetap berupaya meningkatkan kemampuan melalui pembinaan yang intensif.

Menurutnya, sebagai siswa kelas IX yang akan segera lulus, ia ingin memberikan prestasi terbaik bagi sekolah. Evaluasi dari hasil lomba tingkat kabupaten juga terus dilakukan sebagai bekal menghadapi kompetisi di tingkat provinsi yang persaingannya lebih ketat. “Sekecil apa pun peluangnya, saya akan berusaha maksimal untuk meraih hasil terbaik dan membawa kebanggaan bagi sekolah,” katanya.