Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap 2 Mei di seluruh Indonesia. Pada 2026, Hardiknas mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dijadwalkan menggelar upacara peringatan Hardiknas 2026 pada 2 Mei 2026 pukul 07.30 WIB secara tatap muka. Selain itu, instansi pusat dan daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri juga diimbau menyelenggarakan upacara bendera dengan berpedoman pada ketentuan yang ditetapkan Kemendikdasmen.
Di tengah persiapan peringatan Hardiknas, sejumlah informasi keliru atau hoaks bertema pendidikan sempat beredar di media sosial. Berikut beberapa di antaranya.
1. Klaim tautan untuk mengecek penerima bantuan pendidikan anak sekolah
Sebuah unggahan di Facebook pada 8 Agustus 2025 menyebarkan klaim adanya tautan untuk memeriksa penerima bantuan pendidikan bagi anak sekolah, terkait Program Indonesia Pintar (PIP). Dalam unggahan tersebut tertulis, “Kabar Baik Bagi Para Siswa Penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan Pendidikan Untuk Anak Sekolah Tahun 2025 Resmi Cair”.
Unggahan itu juga menampilkan poster digital dengan ajakan “CEK NAMA ANDA TERDAFTAR ATAU TIDAK PENYALURAN DAN PENCAIRAN BANSOS TEPAT SASARAN MELALUI PONSEL ANDA” serta menyertakan sebuah tautan. Saat tautan tersebut diklik, pengguna diarahkan ke halaman yang menampilkan formulir digital dan meminta sejumlah data, seperti provinsi dan nomor Telegram. Klaim ini dinyatakan tidak benar.
2. Klaim Prabowo membatalkan program makan bergizi gratis dan menggantinya dengan pendidikan gratis seumur hidup
Informasi lain yang beredar di media sosial menyebut Presiden Prabowo Subianto membatalkan program makan bergizi gratis (MBG) dan mengubahnya menjadi pendidikan gratis seumur hidup. Klaim itu disebarkan melalui unggahan Facebook pada 13 April 2025, disertai tangkapan layar artikel berjudul “Prabowo Akhirnya Batalkan Program MBG (Makan Bergizi Gratis) Jadi Pendidikan Gratis Sampai Seumur Hidup”.
Unggahan tersebut juga disertai tulisan “Rakyat nyimak,” dan tercatat mendapat beberapa respons serta komentar warganet. Klaim ini dinyatakan tidak benar.
3. Klaim narasi agama dihapus dalam rencana peta jalan pendidikan 2020-2035
Pada 27 Februari 2024, sebuah unggahan di Instagram memuat klaim bahwa narasi agama dihapus dalam perencanaan peta jalan pendidikan 2020-2035 yang disebut diluncurkan Kemendikbud. Konten itu menampilkan video seorang pembawa berita dengan transkrip yang menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkejut karena narasi agama disebut dihapus dan diganti dengan akhlak dan budaya.
Dalam video tersebut juga terdapat tulisan “draf Agama di hapus” dan “HANCUR SUDAH INDONESIATURUNKAN JOKOWI SEGERA!!”. Klaim ini dinyatakan tidak benar.
Ragam hoaks tersebut menunjukkan pentingnya kehati-hatian saat menerima dan membagikan informasi, terutama yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan dan program bantuan. Masyarakat diimbau memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

