Menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, pada Selasa (3/3/2026), menjadi perhatian masyarakat. Paket makanan yang diterima siswa dinilai belum mencerminkan standar gizi seimbang sebagaimana harapan publik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, menu MBG saat itu terdiri dari satu butir telur rebus, satu potong kue roti kukus, empat butir rambutan, serta sebungkus kacang. Dalam paket tersebut tidak terlihat adanya susu maupun minuman pendamping.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah warga Batui terkait pengelolaan anggaran program, terutama dalam penentuan menu makanan. Publik juga menyoroti kesesuaian antara nilai anggaran yang dikabarkan sebesar Rp15.000 per siswa dengan jenis makanan yang diterima.
Salah seorang orang tua murid, Gadaria, mengaku heran dengan komposisi makanan yang dibagikan. Ia menilai menu tersebut kurang sebanding bila benar anggaran per porsi mencapai Rp15.000.
“Saya dengar anggaran per siswa itu Rp15.000. Kalau memang sebesar itu, kenapa yang diberikan hanya telur, rambutan, kue, dan kacang? Seharusnya bisa lebih lengkap,” ujar Gadaria yang enggan difoto.
Di sisi lain, berdasarkan data yang diperoleh, standar gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berfokus pada pemenuhan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein hewani atau nabati, sayuran, serta buah dengan kisaran energi 600–800 kilokalori (kkal) per porsi.
Contoh menu standar MBG umumnya mencakup nasi sebagai sumber karbohidrat, lauk seperti ayam, ikan, atau telur sebagai protein hewani, tempe atau tahu sebagai protein nabati, tumis sayuran seperti buncis dan wortel, serta buah seperti pisang atau jeruk. Pada beberapa pelaksanaan, menu juga dilengkapi susu sebagai tambahan asupan gizi.
Perbedaan antara menu yang dirancang dalam standar dengan paket yang diterima siswa di Batui kini menjadi sorotan. Masyarakat berharap adanya transparansi dan evaluasi dari pihak terkait agar tujuan MBG untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dapat tercapai secara optimal.

