Nellava Bullion Buka Cabang Pertama di Surabaya, Tekankan Transparansi Harga Emas dan Perak

Nellava Bullion Buka Cabang Pertama di Surabaya, Tekankan Transparansi Harga Emas dan Perak

Nellava Bullion, brand bullion modern yang berfokus pada emas dan perak batangan, resmi membuka cabang pertamanya di Surabaya pada Jumat (27/2). Pembukaan ini menjadi langkah ekspansi perusahaan untuk memperkuat ekosistem investasi serta perlindungan aset (wealth protection) di wilayah Indonesia Timur.

Direktur Operasional Nellava Bullion, Laras Chantika, mengatakan pemilihan Surabaya sebagai lokasi ekspansi didasarkan pada peran kota tersebut sebagai pusat ekonomi terbesar di Jawa Timur. Menurutnya, pertumbuhan kelas menengah yang pesat dan meningkatnya literasi keuangan membuat Surabaya dinilai memiliki potensi besar bagi pertumbuhan investor emas dan perak batangan.

Laras menegaskan, kehadiran Nellava di Surabaya membawa misi transparansi harga di tengah fluktuasi pasar. Perusahaan menyatakan berkomitmen menjaga margin yang adil dengan mengikuti harga emas dan perak internasional secara terbuka.

“Kami secara konsisten mengikuti harga emas dan perak internasional dengan margin yang terbuka. Nellava tidak menaikkan harga berdasarkan tren permintaan lokal, melainkan mengacu pada standar pasar global agar investor mendapatkan harga wajar dan transparan,” ujar Laras.

Selain emas, Nellava juga menggarap pasar perak batangan yang disebut mulai diminati sebagai instrumen diversifikasi portofolio. Perusahaan menyediakan pilihan denominasi perak mulai dari 25 gram hingga 1.000 gram untuk menjangkau investor pemula maupun skala besar.

Dalam aspek keamanan, Nellava menyebut membawa fitur teknologi untuk menjamin keaslian produk. Inovasi yang diperkenalkan mencakup sistem Secured Futures, teknologi perlindungan NFC, sistem verifikasi QR Code, serta segel keamanan hologram.

Laras mengatakan fitur-fitur tersebut dirancang untuk meningkatkan rasa aman dan memudahkan verifikasi bagi investor dalam setiap transaksi, terutama di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap peredaran produk logam mulia palsu.