PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meraih penghargaan Best of The Best dalam ajang The Best Corporate Emission Reduction Transparency Awards 2026 yang digelar investortrust.id. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Kepala Departemen Pengelolaan Keberlanjutan PT Pelindo, Nosep Kristoro, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, penghargaan itu menjadi amanah bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja penurunan emisi dan menjaga transparansi pengungkapan secara berkelanjutan.
Nosep menilai pelabuhan memiliki peran strategis sebagai simpul logistik dan gerbang perdagangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Karena itu, ia menekankan pentingnya pelabuhan turut menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pelindo, kata Nosep, berkomitmen memperkuat implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) secara konsisten. Komitmen tersebut mencakup peningkatan transparansi emisi scope 1, 2, dan 3, serta kontribusi dalam mendukung target Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.
Ia juga menyebut Pelindo akan terus mendorong inovasi dan kolaborasi untuk menghadirkan pelabuhan yang lebih hijau, efisien, dan berdaya saing global. Penghargaan tersebut, lanjut Nosep, didedikasikan kepada seluruh port kapten Pelindo dan para pemangku kepentingan yang bekerja sama dalam perjalanan keberlanjutan perusahaan.
Dalam Laporan Keberlanjutan 2025, Pelindo mencatat sejumlah langkah pengurangan emisi, di antaranya elektrifikasi peralatan pelabuhan. Pada 2025, tercatat 262 peralatan telah menggunakan listrik, dengan target meningkat menjadi 398 peralatan pada 2029.
Selain itu, Pelindo memanfaatkan tenaga surya untuk penerangan pelabuhan. Enam cabang telah menggunakan tenaga surya dan ditargetkan bertambah menjadi 59 cabang pada 2029.
Pelindo juga menggunakan Electrifying Marine (ALMA) untuk pelayaran rakyat atau perahu nelayan. Hingga 2025, terdapat lima titik pemasangan ALMA dan ditargetkan mencapai 22 titik pada 2029.
Perusahaan menyatakan upaya pengurangan emisi tahunan dilakukan secara serius. Pada 2025, Pelindo mencatat penurunan emisi sebesar 3,6% dan menargetkan penurunan mencapai 21% pada 2029.
Di sisi restorasi lingkungan, Pelindo melakukan penanaman dan restorasi mangrove. Pencapaian restorasi mangrove pada 2025 tercatat mencapai 990,95 hektare, dengan target 1.400 hektare pada 2029.

