Pembangunan jembatan gantung “Perintis Garuda” di Desa Lompad, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan, mulai dilaksanakan. Pengerjaan diawali dengan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan jembatan di atas Sungai Ranoyapo, yang berada di wilayah Desa Lompad.
Koramil 1302-17 Motoling melakukan monitoring terhadap progres pembangunan tersebut. Pada Jumat, 10 April 2026, Danramil 1302-17 Motoling Kapt. Inf Hisyam Jambi bersama anggota meninjau langsung pelaksanaan pekerjaan di lokasi.
Hisyam Jambi menjelaskan, sebelum pekerjaan dimulai, kegiatan diawali dengan ibadah syukur dan peletakan batu pertama. Adapun tahapan awal pembangunan saat ini berfokus pada pengerjaan tiang jembatan (tiang pylon).
Menurut Hisyam, pembangunan jembatan gantung ini merupakan usulan dari Koramil Motoling setelah mendengar keluhan dan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan akses penghubung yang menunjang aktivitas ekonomi. Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti untuk mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat.
Koramil Motoling, kata Hisyam, terus melakukan pengawasan untuk memastikan pekerjaan berjalan lancar dan memperhatikan kualitas. “Kita terus melakukan monitoring dalam rangka memastikan pengerjaan berjalan dengan lancar dan tetap memperhatikan kualitas pengerjaan, sebagaimana fungsinya kita selalu melakukan pengawasan agar nantinya jembatan gantung yang dibangun benar-benar berkualitas,” ujarnya.
Jembatan gantung ini disebut dibutuhkan masyarakat Desa Lompad yang umumnya berprofesi sebagai petani. Selain itu, jembatan tersebut juga diharapkan dapat menghubungkan Desa Lompad dengan sejumlah desa di sisi timur Kecamatan Ranoyapo, antara lain Desa Powalutan, Desa Beringin, serta Desa Mopolo dan Mopolo Esa.
Di akhir keterangannya, Hisyam mengajak masyarakat untuk mendukung proses pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan, terutama dalam memperlancar mobilitas warga dan mendorong perekonomian Desa Lompad dan sekitarnya.

