Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menempatkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas utama pada 2026. Fokus tersebut akan dijalankan melalui percepatan realisasi proyek, termasuk mendorong proses lelang sejak awal tahun anggaran agar pelaksanaan pembangunan berjalan lebih efektif.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang telah menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur jalan untuk segera dilelang. Kebijakan percepatan ini dilakukan untuk menghindari keterlambatan pekerjaan yang kerap terjadi apabila proses pengadaan baru dimulai pada pertengahan atau akhir tahun.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, mengatakan saat ini sudah ada satu proyek yang secara teknis siap memasuki tahap lelang, yakni peningkatan ruas jalan Mojolegi–Panglungan. Menurutnya, percepatan lelang menjadi kunci agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai.
Bayu menjelaskan, kesiapan proyek tersebut ditunjang oleh selesainya dokumen perencanaan. Pada awal bulan ini, proyek disebut sudah memungkinkan untuk masuk proses reviu sebelum dilelang.
Terkait besaran anggaran untuk peningkatan ruas jalan Mojolegi–Panglungan, Bayu menyatakan nilai pastinya belum dapat dipastikan karena masih perlu pengecekan ulang terhadap rincian anggaran.
Secara umum, Bayu menegaskan bahwa pada 2026 Dinas PUPR Jombang memusatkan perhatian pada sektor infrastruktur. Dari total anggaran sekitar Rp 118 miliar, sekitar Rp 72 miliar dialokasikan untuk sektor infrastruktur, termasuk pembangunan jalan dan sarana pendukung lainnya.
Melalui strategi percepatan lelang sejak awal tahun, Pemkab Jombang berharap realisasi proyek infrastruktur dapat berjalan tepat waktu, dengan kualitas pembangunan yang lebih baik dan berdampak langsung bagi masyarakat.

