Pemkot Salatiga Perkuat Kolaborasi Lintas OPD untuk Tekan Angka Kemiskinan 2025–2029

Pemkot Salatiga Perkuat Kolaborasi Lintas OPD untuk Tekan Angka Kemiskinan 2025–2029

Pemerintah Kota Salatiga menegaskan perlunya penguatan sinergi dan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaksimalkan program pembangunan, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan. Upaya ini dinilai penting agar program pemerintah tidak berjalan monoton atau tumpang tindih, melainkan saling melengkapi untuk menutup celah kebutuhan pembangunan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan terkait Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kota Salatiga Tahun 2025–2029, Selasa (06/01/2026) pagi. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Wali Kota itu menjadi langkah Pemerintah Kota untuk menyatukan visi dalam menurunkan angka kemiskinan di Salatiga.

Audiensi dipimpin Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Salatiga, Dr. Siswo Hartanto, S.E., M.Si. Ia melaporkan penyusunan RPKD telah diawali analisis kondisi wilayah guna menentukan lokasi prioritas penanggulangan kemiskinan.

Menurut Siswo, terdapat sembilan dimensi yang menjadi fokus perbaikan dalam penanganan kemiskinan, yakni konsumsi, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, ketahanan pangan, sosial, ekonomi, dan kewilayahan. Pemkot juga menargetkan angka kemiskinan turun hingga 2,54% pada 2030. Ia menyebut pada 2025, Salatiga telah mencapai penurunan menjadi 4,20% yang sebelumnya merupakan target 2026, dan pada 2026 diharapkan kembali turun ke kisaran tiga koma sekian persen.

Wakil Wali Kota Nina Agustin mengapresiasi kinerja OPD yang dinilai telah mencatat capaian positif dalam penurunan angka kemiskinan. Ia mendorong agar program yang sudah berjalan dilanjutkan dengan penambahan inovasi supaya hasilnya lebih maksimal.

Nina menekankan komunikasi sebagai kunci kolaborasi antardinas. Ia meminta setiap OPD menyampaikan program dan strategi yang akan dilakukan agar antarperangkat daerah dapat saling mendukung dan menutup kekurangan satu sama lain. Selain itu, Nina meminta laporan evaluasi capaian program disampaikan setiap tiga bulan untuk memetakan persiapan, kendala pelaksanaan di lapangan, dan solusi sebelum evaluasi enam bulanan, sehingga pelaksanaan pada semester akhir dapat lebih optimal.

Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kota Salatiga kembali menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas OPD dalam upaya penanggulangan kemiskinan.