Pertamina Patra Niaga Sabet Penghargaan Transparansi Penurunan Emisi 2026

Pertamina Patra Niaga Sabet Penghargaan Transparansi Penurunan Emisi 2026

PT Pertamina Patra Niaga meraih penghargaan dalam ajang The Best Corporate Emission Reduction Transparency Awards 2026. Perusahaan dinilai menghadirkan transparansi pengelolaan dan penurunan emisi secara terukur serta berkelanjutan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat komitmen dalam pengurangan emisi dan keterbukaan pengelolaannya. Sebagai bagian dari Subholding Downstream, Pertamina Patra Niaga disebut terus menjalankan berbagai inisiatif untuk menekan emisi melalui pengembangan produk dan operasional yang lebih ramah lingkungan.

Roberth menyampaikan upaya pengurangan emisi dilakukan melalui sejumlah inisiatif, mulai dari pengembangan Pertamax Green 95, Sustainable Aviation Fuel (SAF), Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau Pertamina Renewable Diesel melalui Green Refinery Cilacap, hingga penggunaan Very Low Sulphur Fuel Oil (VLSFO). Menurutnya, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan energi yang lebih bersih sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ia menambahkan, penghargaan tersebut juga menjadi refleksi bahwa transformasi perusahaan dalam menghadirkan energi yang lebih bersih dan transparan berada pada jalur yang tepat, serta diharapkan memberi kontribusi bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan energi nasional. Roberth menegaskan peran Pertamina Patra Niaga dalam mendukung keberlanjutan dan penurunan emisi tidak hanya melalui proses operasional, tetapi juga lewat produk yang lebih ramah lingkungan.

Dalam ajang yang digelar di Jakarta pada Kamis (30/4/2026), Pertamina Patra Niaga meraih dua penghargaan, yakni kategori Best of The Best serta kategori Trusted Green Achievement in Emission Reduction dan Trusted Diamond Achievement in Emission Transparency.

CEO Investortrust.id Primus Dorimulu menilai, di tengah krisis iklim yang kian nyata, ukuran keunggulan perusahaan tidak lagi semata dilihat dari pertumbuhan bisnis, melainkan juga dari kejujuran dan tanggung jawab atas jejak emisi yang dihasilkan. Ia menekankan transparansi dan integritas dalam pelaporan emisi sebagai fondasi penting untuk membangun kepercayaan publik dan mempercepat transisi menuju net zero emission (NZE).

Sementara itu, Kepala Departemen Pemeriksaan Khusus, Pengawasan Keuangan Derivatif, Bursa Karbon dan Transaksi Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) I Nyoman Suka Yasa menyatakan ajang tersebut menjadi sarana bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen nyata dalam pengurangan emisi karbon. Menurutnya, transparansi emisi kini telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis dan bukan sekadar kewajiban pelaporan.