Pertamina Patra Niaga Sabet Penghargaan Transparansi Penurunan Emisi di Ajang 2026

Pertamina Patra Niaga Sabet Penghargaan Transparansi Penurunan Emisi di Ajang 2026

PT Pertamina Patra Niaga meraih penghargaan dalam ajang The Best Corporate Emission Reduction Transparency Awards 2026 atas komitmennya dalam pengelolaan emisi yang transparan serta pelaksanaan program penurunan emisi yang terukur dan berkelanjutan.

Dalam ajang tersebut, Pertamina Patra Niaga meraih dua penghargaan sekaligus, yakni kategori Best of The Best, serta penghargaan Trusted Green Achievement in Emission Reduction dan Trusted Diamond Achievement in Emission Transparency.

Penghargaan ini dinilai mencerminkan meningkatnya perhatian pelaku usaha terhadap transparansi emisi sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan. Hal itu terjadi di tengah tuntutan pasar yang kian besar terhadap praktik usaha yang lebih akuntabel dan ramah lingkungan.

CEO Investortrust.id Primus Dorimulu mengatakan ukuran keunggulan perusahaan saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh pertumbuhan bisnis, melainkan juga transparansi dan tanggung jawab terhadap jejak emisi yang dihasilkan. Menurutnya, keterbukaan pelaporan emisi menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus mempercepat transisi menuju Net Zero Emission (NZE).

“Perlombaan menuju Net Zero Emission bukanlah tentang siapa yang paling cepat mengklaim, tetapi siapa yang paling jujur dalam melaporkan dan paling konsisten dalam bertindak,” ujar Primus pada Kamis (30/04).

Primus juga menyoroti praktik greenwashing sebagai tantangan dalam agenda keberlanjutan korporasi. Karena itu, perusahaan dinilai perlu menghadirkan data emisi yang akurat, konsisten, dan dapat diverifikasi, bukan sekadar membangun narasi keberlanjutan.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Departemen Pemeriksaan Khusus, Pengawasan Keuangan Derivatif, Bursa Karbon dan Transaksi Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) I Nyoman Suka Yasa. Ia menilai transparansi emisi kini telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis dan bukan lagi sekadar kewajiban pelaporan.

Menurut Nyoman, keterbukaan dalam pengungkapan jejak karbon, strategi mitigasi, dan capaian pengurangan emisi berperan penting dalam membangun kredibilitas perusahaan sekaligus memperkuat integritas pasar. “Transparansi pelaporan emisi menjadi pondasi utama dalam membangun kepercayaan, baik bagi investor, regulator, maupun masyarakat,” ujar Nyoman.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus memperkuat komitmen dalam pengurangan emisi dan transparansi pengelolaannya.

Sebagai bagian dari Subholding Downstream, Pertamina Patra Niaga menyatakan terus menjalankan sejumlah inisiatif untuk menekan emisi melalui pengembangan produk dan operasional yang lebih ramah lingkungan.

“Upaya pengurangan emisi yang kami lakukan diwujudkan melalui berbagai inisiatif, mulai dari pengembangan Pertamax Green 95, Sustainable Aviation Fuel (SAF), Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau Pertamina Renewable Diesel melalui Green Refinery Cilacap, hingga penggunaan Very Low Sulphur Fuel Oil (VLSFO),” ujar Roberth.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk menghadirkan energi yang lebih bersih sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Roberth menambahkan, penghargaan ini juga menjadi refleksi bahwa transformasi bisnis yang dijalankan Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan energi yang lebih bersih dan transparan masih berada pada jalur yang tepat.

“Penghargaan ini memberikan bukti bahwa Pertamina Patra Niaga sangat berperan dalam mendukung keberlanjutan, dan penurunan emisi. Tidak saja melalui proses operasional, tapi juga melalui produk ramah lingkungan,” jelas Roberth.