Presiden Prabowo Jadi Sasaran Hoaks di Media Sosial, Ini Sejumlah Klaim yang Beredar

Presiden Prabowo Jadi Sasaran Hoaks di Media Sosial, Ini Sejumlah Klaim yang Beredar

Presiden Prabowo Subianto kerap menjadi sasaran hoaks yang beredar di media sosial. Informasi menyesatkan tersebut muncul dalam beragam tema, mulai dari isu kebijakan keagamaan, bantuan uang, hingga manipulasi foto bersama tokoh dunia.

Sejumlah unggahan yang beredar memuat klaim-klaim yang dikategorikan sebagai hoaks. Berikut beberapa di antaranya.

1. Klaim artikel Prabowo minta polisi menutup semua masjid jelang Lebaran
Sebuah postingan di Facebook pada 18 Maret 2026 menampilkan tangkapan layar artikel dari Gelora News berjudul “Presiden Prabowo Meminta Polisi Tutup Semua Masjid Menjelang Lebaran Takut Terjadi Radikalisme”. Unggahan tersebut mengklaim Presiden Prabowo meminta polisi menutup semua masjid menjelang Lebaran karena khawatir radikalisme.

2. Klaim video Prabowo umumkan bantuan Rp 50 juta
Hoaks lain beredar melalui unggahan Facebook pada 23 Maret 2026 yang menampilkan video dengan klaim Presiden Prabowo mengumumkan pemberian bantuan sebesar Rp 50 juta untuk rakyat Indonesia. Dalam unggahan itu, pengguna menuliskan pilihan kebutuhan seperti biaya sekolah, biaya melahirkan, modal usaha, dan bayar utang, masing-masing Rp 50 juta.

Video tersebut juga memuat narasi yang mengatasnamakan Prabowo, antara lain menyebut bantuan diberikan kepada warga yang sudah mengikuti akun tertentu dan diminta menekan tanda “love” serta membagikan unggahan agar bantuan segera diberikan.

3. Klaim foto Prabowo bersama Donald Trump memamerkan produk daging babi
Unggahan lain di Facebook pada 27 Februari 2026 menampilkan foto Presiden Prabowo bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam narasi yang menyertai gambar itu, pengunggah menuduh Prabowo dan Trump “pamer daging babi” serta menyertakan komentar yang menyinggung isu makanan haram.

Ketiga contoh di atas menunjukkan bagaimana hoaks dapat muncul dalam berbagai bentuk—mulai dari tangkapan layar artikel, video dengan narasi tertentu, hingga foto yang disertai keterangan provokatif—dan kemudian menyebar melalui media sosial.