Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (UNP), resmi menutup rangkaian The Sixth Annual Civic Education Conference (6th ACEC) 2025 pada Jumat (26/9). Konferensi internasional yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti lebih dari 150 peserta dari dalam dan luar negeri, serta menghimpun berbagai gagasan dan rekomendasi strategis.
Ketua pelaksana, Dr. Junaidi Indrawadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. Ia menilai konferensi ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan, tetapi juga membangun jejaring global untuk memperkuat peran pendidikan kewarganegaraan dalam merespons tantangan abad ke-21.
Wakil ketua pelaksana, Prof. Dr. Al Rafni, yang juga Ketua Program Studi Magister Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, menyatakan hasil konferensi akan ditindaklanjuti melalui publikasi prosiding internasional terindeks Scopus. Selain itu, rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pengambil kebijakan.
Penutupan 6th ACEC 2025 juga ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement serta pengumuman pemenang International Student Competition. Tahun ini, kompetisi mengangkat tema “Reimagining Civic Education for a Peaceful and Inclusive Global Society.”
Ketua pelaksana kompetisi, Irwan, M.Sc., menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengasah gagasan sekaligus memperluas jejaring internasional. Ia menekankan pentingnya mendorong generasi muda berpikir kritis, berkolaborasi lintas budaya, dan berkontribusi bagi terwujudnya masyarakat global yang damai dan inklusif.
Seiring berakhirnya kegiatan, kepemimpinan Ketua Forum Prodi beralih dari Dr. Yuyus Kardiman (Universitas Negeri Jakarta) kepada Dr. Junaidi Indrawadi, M.Pd. (Universitas Negeri Padang). Forum Prodi juga menyepakati konferensi berikutnya akan diselenggarakan di Universitas Negeri Makassar.

