Dompet Dhuafa melalui program pendidikan GREAT Edunesia bersama Mitra Pelaksana Program Yayasan Pendidikan Umar Usman (YPUU) resmi mengantongi dua sertifikasi ISO internasional. Dua sertifikasi tersebut adalah ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan ISO 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP).
Sertifikasi diberikan oleh NQA sebagai badan sertifikasi internasional setelah Dompet Dhuafa menjalani proses audit menyeluruh terhadap sistem operasional pendidikan. Penerapan ISO 37001:2016 disebut menjadi langkah untuk memitigasi risiko korupsi dan penyuapan dalam pengelolaan program.
Melalui standar tersebut, pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) ditujukan agar berjalan bersih, bebas dari gratifikasi, serta meminimalkan konflik kepentingan, khususnya dalam penyaluran beasiswa dan pembangunan fasilitas pendidikan.
Sementara itu, ISO 21001:2018 berfokus pada peningkatan mutu layanan pendidikan. Dengan standar ini, Dompet Dhuafa menargetkan peserta didik dari kalangan prasejahtera tidak hanya memperoleh akses pendidikan gratis, tetapi juga kurikulum yang kompetitif, layanan inklusif, serta fasilitas yang memenuhi standar global.
Perolehan dua sertifikasi sekaligus dinilai menunjukkan pengelolaan dana donatur dilakukan secara profesional dan diaudit oleh pihak eksternal. Di sisi lain, penerima manfaat mendapatkan jaminan kualitas pendidikan yang diakui secara internasional.
CEO GREAT Edunesia, Asep Hendriana, menyatakan capaian ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan Dompet Dhuafa. “Langkah ini merupakan upaya kami untuk menjaga amanah para donatur sekaligus memastikan dampak sosial yang dihasilkan berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan pencapaian tersebut, Dompet Dhuafa memperkuat posisinya sebagai organisasi nirlaba yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga menerapkan standar global dalam tata kelola dan layanan pendidikan.

