Sejumlah Hoaks tentang Lebanon yang Pernah Beredar di Media Sosial dan Klarifikasinya

Sejumlah Hoaks tentang Lebanon yang Pernah Beredar di Media Sosial dan Klarifikasinya

Israel dilaporkan melancarkan serangan ke Lebanon yang menyebabkan ratusan orang meninggal dan ribuan lainnya terluka. Di tengah situasi tersebut, Lebanon juga pernah menjadi sasaran berbagai informasi keliru atau hoaks yang beredar di media sosial.

Berikut sejumlah hoaks seputar Lebanon yang sempat beredar, berdasarkan rangkuman kanal cek fakta.

1. Klaim foto Piramida Agung Giza menampilkan bendera Lebanon

Sebuah foto yang diklaim memperlihatkan Piramida Agung Giza di Mesir menampilkan cahaya dengan desain bendera Lebanon sempat beredar di media sosial. Foto itu diunggah akun Facebook Islam News Update pada 5 Agustus 2020.

Dalam narasi unggahan tersebut, akun itu menuliskan klaim solidaritas untuk Lebanon, sekaligus menyebut Burj Khalifa di Dubai dan Piramida Giza di Mesir menyala dengan warna bendera Lebanon. Unggahan itu tercatat telah dibagikan 28 kali.

2. Klaim foto korban ledakan Lebanon dimakamkan berjamaah

Tim cek fakta menemukan sebuah foto yang dinarasikan sebagai momen pemakaman berjamaah korban ledakan di Lebanon pada awal Agustus 2020. Temuan itu dilakukan melalui CrowdTangle pada Rabu, 19 Agustus 2020.

Salah satu akun Facebook yang mengunggah foto tersebut adalah Loving Kindness. Dalam narasinya, akun itu menuliskan bahwa para korban “Ledakan Beiurt” dimakamkan hari itu, disertai kalimat yang menggambarkan duka dan tuntutan keadilan.

3. Klaim ada kawah besar akibat ledakan di Beirut

Hoaks lain yang sempat ramai dibicarakan adalah foto yang diklaim menunjukkan kawah besar yang tercipta setelah ledakan di Beirut, Lebanon, pada awal Agustus 2020. Foto tersebut digambarkan berada di jantung kota Beirut.

Melalui penelusuran di CrowdTangle pada Jumat, 14 Agustus 2020, ditemukan dua akun yang mengunggah foto tersebut, yakni Cyan TV dan Janiel Carpentero Revilleza Sanggayan. Dalam narasinya, Cyan TV menulis klaim tentang “kawah besar” pascaledakan, disertai angka korban lebih dari 100 orang tewas dan 3.000 orang luka-luka.

Rangkuman ini menyoroti beberapa contoh informasi keliru yang pernah beredar terkait Lebanon di media sosial, termasuk klaim berbasis foto yang memerlukan verifikasi.