Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mencatat tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi berdasarkan survei tahun 2025 yang melibatkan 100 opinion leader tingkat lokal dan nasional.
Survei tersebut menilai UMP memiliki reputasi institusi yang baik, layanan yang profesional, respons cepat dalam kerja sama, serta peran aktif sebagai opinion leader dalam merespons isu-isu sosial di masyarakat. Hasil kajian Litbang Biro Humas dan Protokol UMP menunjukkan penilaian responden didominasi kategori sangat setuju dan setuju pada berbagai indikator kinerja universitas.
Salah satu temuan menonjol mencatat 95,6 persen responden menilai UMP berperan sebagai opinion leader dalam menyikapi berbagai fenomena sosial yang berkembang.
Tingkat kepuasan publik juga tercermin dari pandangan responden terhadap reputasi UMP sebagai perguruan tinggi yang kredibel serta profesional dalam menjalin kolaborasi dengan beragam pemangku kepentingan. UMP dinilai sigap dan responsif dalam menyusun serta merealisasikan perencanaan kerja sama, baik dengan institusi pendidikan, pemerintah, maupun mitra eksternal lainnya.
Dalam aspek keterbukaan, UMP dipersepsikan sebagai kampus wisata yang nyaman dan ramah bagi masyarakat. Kampus disebut tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga hadir sebagai ruang publik yang inklusif dan mudah diakses.
Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso menyatakan hasil survei tersebut menjadi gambaran tingkat kepercayaan publik sekaligus tanggung jawab besar bagi institusi. Ia menegaskan komitmen UMP untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat peran intelektual kampus, dan menghadirkan solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Capaian tingkat kepuasan publik ini merupakan amanah yang harus kami jaga. UMP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat peran intelektual kampus, dan menghadirkan solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” ujar Jebul.
Menurutnya, kepercayaan publik dibangun melalui proses panjang yang menuntut konsistensi, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat. “Kampus tidak boleh berjarak dengan publik. UMP akan terus membuka diri, membangun kolaborasi, dan memastikan bahwa kehadiran universitas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol UMP Irfan Fatkhurohman, M.Pd., menilai hasil survei tersebut mencerminkan keberhasilan strategi komunikasi dan keterbukaan informasi yang dijalankan selama ini. Ia menyebut kepercayaan publik terkait dengan komitmen UMP membangun komunikasi yang transparan, responsif, dan partisipatif, serta upaya menjadikan kampus mudah diakses baik secara fisik maupun informasi.
“Kepercayaan publik ini tidak lepas dari komitmen UMP dalam membangun komunikasi yang transparan, responsif, dan partisipatif. Kami berupaya menjadikan kampus sebagai institusi yang mudah diakses, baik secara fisik maupun informasi,” ujar Irfan.
Irfan menambahkan, peran kehumasan tidak sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penghubung dialog antara kampus dan masyarakat. “UMP berupaya hadir sebagai mitra masyarakat. Masukan publik menjadi bagian penting dalam evaluasi dan peningkatan layanan universitas ke depan,” ucapnya.
Dengan hasil tersebut, UMP dinilai memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga pada pelayanan publik, reputasi kelembagaan, serta kontribusi nyata bagi pembangunan sosial dan kemanusiaan di Indonesia.

