Turnamen NPCI Malinau 2025 Dorong Kesetaraan dan Prestasi Atlet Disabilitas

Turnamen NPCI Malinau 2025 Dorong Kesetaraan dan Prestasi Atlet Disabilitas

Turnamen olahraga National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di Kabupaten Malinau dinilai menjadi momentum untuk mendorong kesetaraan sekaligus peningkatan prestasi olahraga bagi penyandang disabilitas. Penegasan itu disampaikan Bupati Malinau Wempi W. Mawa saat membuka Turnamen NPCI Kabupaten Malinau 2025 di Stadion Utama Sepak Bola Malinau, Selasa (30/12/2025).

Wempi menyatakan olahraga menjadi prioritas pemerintah daerah, tidak hanya bagi masyarakat tanpa disabilitas, tetapi juga bagi atlet disabilitas. Menurutnya, olahraga berperan membangun kepercayaan diri, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat berprestasi.

Ia mengapresiasi capaian atlet disabilitas Malinau di berbagai level, mulai kabupaten, provinsi, hingga nasional. Pemerintah daerah, kata Wempi, akan terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana olahraga sesuai kemampuan yang ada.

Wempi juga meminta dinas terkait menyusun program pembinaan atlet disabilitas secara terencana dan komunikatif agar fasilitas yang disediakan benar-benar sesuai kebutuhan atlet. Ia menambahkan, Malinau dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada 2026 sehingga pembenahan fasilitas olahraga terus dilakukan untuk mendukung berbagai ajang olahraga prestasi, termasuk olahraga disabilitas.

Selain pembenahan fasilitas, aspek keamanan dan kenyamanan atlet selama pertandingan turut menjadi perhatian, antara lain kesiapan lapangan serta dukungan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi cedera.

Ketua Panitia Turnamen NPCI Malinau, Sukaca, menyampaikan kegiatan ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Turnamen ini bertujuan memenuhi hak penyandang disabilitas di bidang olahraga, mendorong kesetaraan tanpa diskriminasi, menjaring atlet potensial, serta meningkatkan rasa percaya diri atlet disabilitas.

Sejumlah nomor atletik dipertandingkan, di antaranya lari 75 meter dan 100 meter, lempar turbo, lompat tanpa awalan, tolak peluru, serta lempar lembing. Turnamen ini diikuti 70 peserta dari berbagai ragam disabilitas. Panitia juga menyiapkan trofi dan uang pembinaan bagi para juara.

Sementara itu, Ketua NPCI Malinau Hendrik Anyik mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Malinau terhadap pembinaan atlet disabilitas, termasuk perhatian pada kesejahteraan atlet selama pemusatan latihan dan kejuaraan.

Sepanjang 2024, NPCI Malinau mencatat tiga atlet yang berlaga di tingkat nasional dari cabang renang, angkat berat, dan atletik. Selain itu, Malinau menjadi daerah peraih juara terbanyak pada Festival Olahraga Disabilitas tingkat provinsi.

Meski demikian, Hendrik menyebut masih ada tantangan, seperti keterbatasan sekretariat, fasilitas olahraga yang belum sepenuhnya ramah disabilitas, serta kebutuhan tambahan anggaran pembinaan menjelang Peparprov mendatang. Ia berharap dukungan sarana dan prasarana dapat ditingkatkan, termasuk kesempatan belajar dari daerah yang lebih maju.