Band punk-rock asal Jakarta Timur, Ürban Myth, resmi merilis mini-album debut bertajuk Quiet and Restrained di bawah label Wasted Rockers Recordings. Lewat rilisan ini, mereka memotret keresahan terhadap kondisi sosial dan politik di Indonesia, termasuk cara internet memengaruhi pola pikir masyarakat.
Alih-alih menghadirkan isu sebagai jargon, Ürban Myth merangkainya menjadi deretan cerita yang berupaya memetakan kegelisahan generasi yang hidup di tengah gempuran informasi dan budaya atensi. Lintang, vokalis sekaligus gitaris, menyebut Quiet and Restrained sebagai rangkuman pandangan band terhadap realitas hari ini.
Ia menilai perkembangan teknologi dan derasnya perputaran opini publik mendorong perhatian publik menjadi komoditas yang terus diperebutkan. Menurutnya, atmosfer tersebut bukan hanya membentuk cara orang bersikap, tetapi juga memengaruhi bagaimana konflik sosial dan politik berkembang di ruang digital. Mini-album ini pun hadir sebagai respons melalui medium yang paling mereka kuasai: musik punk yang cepat, lugas, dan bertenaga.
Proses pengerjaan Quiet and Restrained berlangsung sepanjang 2023 hingga 2024. Ürban Myth menggandeng Pemil dari Total Anarchy untuk menangani rekaman, mixing, dan mastering. Hasil akhirnya disebut menangkap energi spontan band, dengan karakter produksi yang tetap mempertahankan sisi mentah permainan mereka—sesuatu yang mereka anggap sebagai bagian dari identitas.
Perjalanan Ürban Myth menuju bentuknya saat ini terbilang panjang. Band ini bermula di Jatinangor pada 2015 dengan nama Rigid. Setelah sempat berganti nama menjadi Bad Faith dan lebih fokus menulis serta merekam materi tanpa aktif tampil, mereka menetapkan identitas baru sebagai Ürban Myth pada 2022 ketika berpindah basis ke Jakarta Timur. Pergantian nama tersebut diposisikan sebagai upaya memperbarui orientasi kreatif sekaligus menghidupkan kembali semangat bermusik yang sempat terhambat.
Saat ini, Ürban Myth beranggotakan Lintang (vokal/gitar), Vebrizal (gitar/vokal latar), Dani (bas/vokal latar), dan Rian (drum). Mereka tumbuh dengan referensi kuat dari gelombang melodic-hardcore dan skate-punk era 1990-an, seperti No Fun At All, Satanic Surfers, Good Riddance, RKL, Propagandhi, hingga Kid Dynamite. Pengaruh itu terdengar pada tempo yang kencang, riff yang rapat, serta melodi vokal yang tetap menonjol di atas struktur yang padat.
Bagi Ürban Myth, Quiet and Restrained menjadi perkenalan resmi kepada pendengar yang baru mengenal mereka, sekaligus penanda perjalanan dari Jatinangor ke Jakarta Timur—dari ruang latihan ke studio rekaman, serta dari kegelisahan yang disimpan menjadi karya yang bisa disimak publik.

