Video Benda Bercahaya di Langit Lampung Disebut Meteor Jatuh, BRIN: Itu Sampah Roket Cina

Video Benda Bercahaya di Langit Lampung Disebut Meteor Jatuh, BRIN: Itu Sampah Roket Cina

Sejumlah video yang memperlihatkan benda bercahaya melintas di langit malam di wilayah Lampung beredar di Facebook dan TikTok pada awal April 2026. Dalam unggahan tersebut, muncul berbagai klaim yang menyebut fenomena itu sebagai komet, meteor, hingga bola api mistis. Salah satu teks yang menyertai video menyatakan, “Fenomena alam sejenis meteor jatuh di wilayah Lampung timur.”

Hasil pemeriksaan menunjukkan klaim itu tidak tepat. Objek yang terlihat melintas di langit Lampung bukan meteor atau komet, melainkan sampah antariksa dari roket Cina.

Profesor Astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menjelaskan, benda tersebut merupakan sampah antariksa roket Cina CZ-3B. Menurut Thomas, objek itu terlihat oleh warga di Bandar Lampung, Lampung Timur, hingga Lampung Selatan pada ketinggian sekitar 120 kilometer pada Sabtu malam, 4 April 2026, pukul 19.56 WIB.

“Obyek tersebut memasuki atmosfer padat, terus meluncur, terbakar dan pecah. Itulah yang disaksikan warga sekitar Lampung dan Banten,” kata Thomas, Ahad, 5 April 2026.

Penelusuran rute lintasan menunjukkan objek tersebut jatuh di India dan mengarah ke Samudra Hindia, melewati perairan selatan Sumatera. Thomas juga menyebut peristiwa serupa pernah terjadi beberapa kali, antara lain pada 2021 ketika sampah antariksa berasal dari komponen stasiun antariksa Cina CZ-5B, serta pada 2022 saat bagian satelit navigasi Beidou milik Cina terlihat di angkasa.

Kepala Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) Itera, Annisa Novia Indra Putri, menerangkan roket yang serpihannya terlihat itu berfungsi mendorong satelit Cina ke luar angkasa pada 23 Januari 2025. Setelah digunakan, bekas roket beredar di orbit rendah Bumi dan perlahan mengalami penurunan ketinggian akibat gaya hambat atmosfer.

Berdasarkan rekaman Smart All-sky Camera yang dikembangkan peneliti Itera bersama rekanan, serta video yang dibagikan masyarakat, kecepatan objek tersebut dinilai lebih rendah dibanding luncuran meteor. Selain itu, terlihat fragmentasi cahaya yang bergerak searah dan lintasan yang cenderung horizontal. Dalam publikasi Itera, karakteristik ini disebut membedakannya dari objek alami seperti meteor atau komet.

Di tingkat daerah, Polda Lampung menyatakan telah mengecek sejumlah lokasi yang sempat disebut sebagai titik jatuhnya benda tersebut, termasuk Lampung Timur dan Tulang Bawang. Hasil pengecekan menyimpulkan tidak ada benda angkasa yang jatuh dan meledak di permukiman warga di Provinsi Lampung.

Sementara itu, klip yang memperlihatkan warga mengerumuni area yang tampak terbakar belum dapat dipastikan keterkaitannya dengan peristiwa lintasan benda bercahaya tersebut. Sejumlah komentar warganet menyebut video itu merupakan kebakaran di ladang atau peternakan milik warga, namun belum ditemukan rekaman serupa yang beredar di internet.

Dengan demikian, fenomena yang terlihat di langit Lampung pada 4 April 2026 merupakan sampah antariksa roket Cina yang memasuki atmosfer dan terbakar, bukan meteor yang jatuh dan meledak di permukiman.