Peredaran video hoaks yang mempromosikan situs judi online (judol) kian meresahkan. Sejumlah konten di media sosial mencatut nama dan sosok tokoh ternama, mulai dari selebriti hingga pejabat negara, seolah-olah mereka mendukung atau merekomendasikan platform tertentu.
Berikut beberapa contoh video hoaks promosi judol yang ditemukan beredar di media sosial.
1. Video yang mencatut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan sebuah unggahan video yang menampilkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi seolah mempromosikan situs judol tertentu. Unggahan tersebut disebut beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun di Facebook mengunggah video itu pada 1 April 2026. Dalam unggahan tersebut, Dedi Mulyadi terlihat berada di dalam mobil, disertai narasi yang menyatakan situs tertentu “sudah resmi” dan disebut sebagai yang “paling banyak memberikan skater dan perkalian kepada masyarakat” serta “sudah pasti member pada WD.” Narasi itu juga menyertakan klaim tentang peresmian di Jakarta pada “tahun 57” dan menegaskan agar masyarakat tidak bermain di tempat lain.
Akun pengunggah menambahkan keterangan: “Daftar segera, rekomendasi KDM.”
2. Video yang mencatut pengacara Hotman Paris
Selain itu, Tim Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan unggahan video yang menampilkan pengacara Hotman Paris seolah mempromosikan situs judol tertentu. Konten ini dilaporkan telah beredar sejak beberapa waktu lalu.
Salah satu unggahan di Facebook tercatat diposting pada 15 November 2025. Video berdurasi 43 detik tersebut menampilkan Hotman Paris seakan mengajak masyarakat menggunakan situs tertentu agar tidak rugi. Unggahan itu disertai narasi singkat: “INFO AQ1++”.
3. Video yang mencatut Raffi Ahmad
Video lain yang beredar di media sosial menampilkan Raffi Ahmad seolah mempromosikan situs judi online yang diklaim “pasti menang.” Konten ini disebut beredar sejak awal bulan terkait.
Salah satu akun Facebook mengunggahnya pada 1 November 2025. Dalam video tersebut, Raffi Ahmad digambarkan seakan menjelaskan bahwa situs itu dibuat untuk “berbagi pada masyarakat sehingga tidak akan kalah,” sekaligus meminta publik membagikan alamat situs dimaksud.
Unggahan itu disertai kutipan narasi: “Percaya bahwa kamu bisa, lalu buktikan. Kesempatan datang pada yang berani melangkah.”
Rangkaian contoh di atas menunjukkan pola penyebaran konten hoaks yang menggunakan figur publik untuk meningkatkan kepercayaan dan menarik perhatian masyarakat. Warganet diimbau lebih waspada terhadap video promosi yang mencatut tokoh terkenal dan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

