Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim memperlihatkan pilot jet tempur Amerika Serikat jenis F-15 yang ditangkap dan ditawan Iran. Dalam narasi unggahan, disebutkan pesawat dari Skadron Wing Tempur Taktis ke-4 ditembak jatuh di wilayah Iran, satu pilot berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya dinyatakan hilang. Konten itu beredar setelah laporan penembakan jatuh pesawat Amerika Serikat pada 3 April 2026.
Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan klaim tersebut tidak sesuai fakta. Verifikasi melalui pencarian gambar terbalik dan penelusuran pemberitaan media kredibel menemukan bahwa pria dalam video bukan pilot Amerika Serikat yang terkait dengan insiden Iran pada 2026. Video itu merupakan rekaman lama dari Perang Teluk 1991.
Rekaman identik ditemukan di akun Instagram @apt_news dan kanal YouTube APT_NEWS. Video tersebut menampilkan Kolonel Angkatan Udara Amerika Serikat David William Eberly, yang ditangkap pasukan Irak dalam Operasi Badai Gurun pada 1991.
Dalam peristiwa itu, Eberly melontarkan diri pada 19 Januari 1991 dan ditangkap tiga hari kemudian. Ia sempat menjadi tawanan perang dan terekam dalam video interogasi sebelum dibebaskan pada Maret 1991.
Laporan Washingtonpost.com mengisahkan bahwa Eberly menjalankan misi bersama perwira persenjataan Mayor Thomas E. Griffith Jr. dan awak F-15E Strike Eagle lainnya. Mereka semula dijadwalkan menyerang depot amunisi di Lembah Eufrat, tetapi misi berubah enam jam sebelum lepas landas setelah terjadi hujan rudal Scud ke Israel. Target kemudian dialihkan ke kompleks bunker penyimpanan dan perakitan rudal Scud di Irak barat. Dengan informasi terbatas, mereka terbang dari Arab Saudi sekitar pukul 20.00. Dua jam kemudian, rudal permukaan-ke-udara Irak menembak jatuh pesawat yang diawaki Eberly dan Griffith.
Sementara itu, BBC.com melaporkan sebuah jet F-15 Amerika Serikat ditembak jatuh di Iran selatan pada Jumat, 3 April 2026. Peristiwa tersebut disebut sebagai kali pertama pesawat tempur AS jatuh ditembak musuh dalam lebih dari dua dekade. Dua personel F-15E Strike Eagle berhasil melontarkan diri; sang pilot dievakuasi pada hari yang sama, sedangkan satu awak lainnya sempat dinyatakan hilang.
Insiden itu memicu upaya pencarian yang melibatkan perlombaan antara Amerika Serikat dan Iran untuk menemukan awak yang hilang. Iran bahkan menawarkan imbalan £50.000 atau sekitar Rp1,1 miliar bagi siapa pun yang menangkapnya hidup-hidup.
Pada Minggu, 5 April 2026, Presiden Donald Trump menyatakan kru tersebut telah diselamatkan. Melalui media sosial, Trump menulis: “Kami telah menyelamatkan awak F-15 yang mengalami luka serius dan sangat berani, di dalam pegunungan Iran.”
Berdasarkan penelusuran tersebut, klaim bahwa video yang beredar memperlihatkan pilot F-15 Amerika Serikat yang ditangkap Iran dalam konflik 2026 dinyatakan keliru. Video itu merupakan dokumentasi penangkapan Kolonel David William Eberly oleh pasukan Irak pada 1991.

