Pontianak — Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menekankan pentingnya mahasiswa bersikap kritis dalam menanggapi berbagai isu sosial dan politik, termasuk saat terlibat dalam aksi demonstrasi. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah ikut-ikutan tanpa memahami substansi persoalan yang sedang dihadapi.
Pesan tersebut disampaikan Krisantus di Pontianak, Senin, kepada mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan, di antaranya Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pontianak serta Badan Kerja Sama (BKS) Persatuan Gereja Indonesia (PGI)-GMKI Cabang Pontianak serta Melawi.
Dalam kesempatan itu, Krisantus meminta organisasi kemahasiswaan untuk memegang teguh prinsip persatuan dan kekompakan, serta memiliki pendirian yang kuat dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, organisasi akan berjalan baik jika seluruh komponennya aktif, sementara disfungsi pada satu bagian dapat mengganggu keseluruhan sistem.
Ia menilai kekuatan dan keteguhan organisasi terletak pada persatuan dan kesatuan di antara anggotanya. Krisantus juga berpesan agar mahasiswa Kristen dan Katolik di Kalimantan Barat membangun karakter yang cerdas, kritis, dan berprinsip teguh. Ia menekankan ajaran kekristenan dan Katolik mengedepankan cinta kasih, bukan kebencian atau kecurangan.
Sementara itu, Ketua BKS PGI-GMKI Cabang Pontianak yang baru dilantik, Firman Jaya Daeli, menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Ia menyoroti pentingnya pembangunan sarana dan prasarana permanen bagi kegiatan organisasi, seperti pusat kegiatan mahasiswa.
Firman menyebut keberadaan pusat kegiatan mahasiswa menjadi kebutuhan mendesak untuk pengembangan organisasi, terutama karena Pontianak merupakan ibu kota provinsi sekaligus pusat pendidikan di Kalimantan Barat. Ia menegaskan GMKI merupakan organisasi kemahasiswaan yang berlandaskan kekristenan dan berasaskan Pancasila, serta menjunjung nasionalisme dan semangat kebangsaan, sehingga memerlukan fasilitas permanen yang mendukung aktivitas mahasiswa.
Selain fasilitas, Firman juga menyampaikan kebutuhan penyediaan tenaga pendeta mahasiswa untuk melayani kebutuhan spiritual anggota, serta pemberian tunjangan pendidikan guna membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial.

