Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menilai tingginya angka kecelakaan di turunan Silayur berkaitan dengan kesalahan tata ruang. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam pengaturan kawasan dan arus lalu lintas di lokasi yang kerap disebut rawan kecelakaan itu.
Agustina menegaskan kendaraan berat tidak seharusnya melintas di turunan Silayur. Ia menilai keberadaan kendaraan dengan bobot besar di jalur tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan terhadap turunan Silayur yang berulang kali menjadi lokasi kecelakaan. Penilaian Wali Kota menekankan pentingnya penataan ruang dan pengaturan jenis kendaraan yang melintas untuk menekan risiko insiden di ruas tersebut.

