Warga Dumai Gelar Aksi di PT SDS, Desak Audit dan Transparansi Proyek SBE

Warga Dumai Gelar Aksi di PT SDS, Desak Audit dan Transparansi Proyek SBE

DUMAI — Sejumlah warga yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Dumai (SRD) menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan pembangunan SBE oleh PT Sari Dumai Sejati (SDS), perusahaan yang disebut-sebut bagian dari grup Apical Group. Aksi berlangsung pada Kamis, 27 Februari 2026, di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan selebaran berisi sembilan tuntutan yang ditujukan kepada perusahaan dan pemerintah. Mereka menyoroti dugaan pembangunan yang dilakukan tanpa AMDAL, tanpa konsultasi publik, serta tanpa pemberitahuan yang jelas kepada masyarakat.

Koordinator Lapangan SRD, Muhammad Aderman, dalam pernyataan tertulis menyampaikan permintaan agar pengerjaan proyek SBE dihentikan sementara hingga seluruh dokumen dan prosedur perizinan dinilai transparan serta sesuai aturan. “SRD tidak anti terhadap investasi. Namun kami menolak investasi yang merugikan masyarakat lokal, merusak lingkungan hidup, serta tidak menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku,” demikian salah satu poin dalam pernyataan sikap tersebut.

Selain meminta penghentian pekerjaan, massa juga mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk meninjau ulang perizinan industri yang dinilai berpotensi merugikan warga Dumai dan merusak ekosistem lingkungan. SRD juga meminta Komisi VII DPR RI turun langsung ke lokasi pembangunan untuk melakukan peninjauan dan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.

SRD turut mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan aparat penegak hukum melakukan audit menyeluruh terhadap dugaan pembangunan tersebut. Dalam selebaran yang dibagikan, massa juga mengajak tokoh masyarakat Melayu Riau dan Dumai, termasuk lembaga adat, untuk ikut bersuara melindungi masyarakat yang merasa dirugikan serta menjaga kelestarian lingkungan.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Sari Dumai Sejati maupun manajemen grup Apical terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi.