Waspada Hoaks Bantuan untuk Lansia, Ini Daftar Modus yang Beredar di Medsos

Waspada Hoaks Bantuan untuk Lansia, Ini Daftar Modus yang Beredar di Medsos

Jakarta - Informasi palsu yang mengatasnamakan program bantuan untuk lansia kembali beredar dan menyasar kelompok rentan melalui pesan berantai di aplikasi percakapan serta media sosial. Hoaks semacam ini kerap menawarkan janji yang tidak realistis dan dapat berujung pada penipuan, mulai dari pengambilan data pribadi hingga permintaan transfer uang.

Karena itu, masyarakat—terutama keluarga yang memiliki anggota lanjut usia—perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Sejumlah klaim yang mencatut nama lembaga pemerintah maupun pejabat publik telah diidentifikasi sebagai informasi menyesatkan.

Berikut beberapa contoh hoaks terkait bantuan untuk lansia yang sempat beredar:

1. Klaim video Menteri Keuangan Purbaya mengumumkan bantuan untuk lansia
Sebuah unggahan di Facebook pada 4 April 2026 menampilkan klaim video yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bantuan untuk lansia. Unggahan itu disertai ajakan “hubungi WA bendahara” dan menyebut “hanya 20 orang terpilih”, lengkap dengan nomor kontak. Dalam narasinya, terdapat pula tulisan “hubungi bendahara jika kamu lansia” serta ajakan mengikuti akun tertentu.

2. Pesan berantai soal peralihan program MBG menjadi bantuan pra-lansia
Beredar pesan berantai yang menyatakan program tertentu mulai dilaksanakan per 1 Agustus 2025 dan diklaim sebagai komitmen Menteri Keuangan yang diperkuat pernyataan Presiden di hadapan kepala daerah. Pesan tersebut juga menyebut adanya pembaruan APBN 2025 yang direvisi untuk memberikan “bantuan langsung” kepada masyarakat yang memasuki usia lanjut. Konten ini disebarkan dengan gaya narasi yang memancing pembaca agar percaya pada informasi tersebut.

3. Klaim naik Commuter Line gratis menggunakan “Kartu Lansia”
Di media sosial juga beredar pesan berantai yang menyebut Kereta Rel Listrik (KRL) menyediakan fasilitas gratis untuk lansia melalui program “Kartu Lansia” dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Pesan itu memuat syarat, cara mendaftar melalui situs, hingga manfaat seperti perjalanan KRL gratis serta masa berlaku kartu. Salah satu unggahan di Facebook tercatat pada 6 Januari 2024.

Sejumlah konten tersebut memperlihatkan pola serupa: mencatut nama institusi atau pejabat, menyertakan ajakan menghubungi nomor tertentu, serta menawarkan kemudahan atau bantuan yang terdengar menggiurkan. Masyarakat diimbau berhati-hati, tidak membagikan data pribadi, dan tidak menuruti permintaan yang mengarah pada transaksi uang sebelum memastikan kebenaran informasi.