ABPEDNAS Inisiasi Jaga Desa Award untuk Dorong Transparansi Pengelolaan Dana Desa

ABPEDNAS Inisiasi Jaga Desa Award untuk Dorong Transparansi Pengelolaan Dana Desa

Sekretaris Jenderal Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Aditya Yusma mendorong transparansi dalam pengelolaan dana desa melalui film pendek bertajuk Jaga Desa Award. Film pendek tersebut diinisiasi sebagai bagian dari program lomba yang juga diarahkan untuk pengawasan serta promosi potensi desa di berbagai daerah.

Aditya menilai film pendek dipilih karena dekat dengan masyarakat dan dinilai efektif menyampaikan pesan pembangunan desa. Ia menyebut lomba ini merupakan bentuk apresiasi Kejaksaan Republik Indonesia bersama ABPEDNAS, sekaligus upaya agar desa memahami program Jaga Desa sehingga ke depan dapat mengurangi kepala desa yang terjerat perkara pidana.

Menurut Aditya, inisiatif ini tidak hanya menonjolkan kreativitas, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan kontrol sosial. Melalui film pendek, masyarakat desa dinilai dapat menyampaikan realita di lapangan sekaligus ikut mengawasi jalannya program pemerintah sebagai bagian dari upaya membangun desa yang transparan dan berintegritas.

Antusiasme terhadap program tersebut disebut tinggi. Aditya menyampaikan lebih dari 3.300 desa dari seluruh Indonesia tercatat ikut berpartisipasi dalam kompetisi itu. Ia menilai partisipasi tersebut menunjukkan semangat desa untuk berkembang dan terlibat aktif dalam program Jaga Desa.

Dalam rangkaian penilaian, panitia akan memilih delapan nominasi terbaik pada malam penganugerahan, termasuk satu juara umum dan satu juara favorit. Pemenang utama disebut akan dibawa ke tingkat nasional sebagai representasi desa inspiratif.

Pada gelaran ABPEDNAS Jaga Desa Award 2026 yang diselenggarakan bersama Kejaksaan RI pada 19 April 2026, Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah meraih Juara Umum kategori film pendek. Penghargaan lain juga diberikan, antara lain kepada Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sebagai kabupaten terfavorit; Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Provinsi Terfavorit; Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat sebagai Juara Favorit Film Pendek melalui karya “Awas Gak Sama”; Desa Selebung Madani, Lombok Tengah untuk kategori Dampak Sosial Terbaik; serta Desa Jepangpakis, Kudus, Jawa Tengah sebagai Juara 1 Nasional Entri Data Jaga Desa.

Aditya berharap program ini dapat berdampak pada tata kelola desa ke depan. Ia menekankan harapan agar kegiatan tersebut tidak hanya melahirkan karya inspiratif, tetapi juga menekan potensi penyimpangan sehingga desa semakin maju, transparan, dan mandiri.