Pangkalan Bun—Aliansi Mahasiswa Kotawaringin Barat menggelar aksi solidaritas di Mapolres Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (25/2/2026) malam. Puluhan mahasiswa menyuarakan tuntutan transparansi dan keadilan menyusul meninggalnya Arianto Tawakal dalam kasus yang diduga melibatkan oknum aparat di Kota Tual, Maluku.
Aksi yang diisi dengan doa bersama tersebut berlangsung damai. Para mahasiswa menilai kasus ini perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan dugaan kekerasan aparat serta risiko lemahnya penegakan hukum apabila tidak ditangani secara terbuka.
Dalam orasi, massa aksi menyatakan penolakan terhadap praktik impunitas. Mereka mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan profesional, serta memberikan keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Kapolres Kotawaringin Barat menemui langsung peserta aksi. Ia menyampaikan duka cita dan mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara tertib. Kapolres juga menegaskan bahwa kritik dan pengawasan dari mahasiswa merupakan bagian penting dalam demokrasi.
Kapolres turut mengajak mahasiswa untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban daerah. Ia memastikan setiap laporan atau masukan terkait dugaan pelanggaran aparat akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
Usai dialog singkat, mahasiswa kembali menegaskan tuntutan agar kasus kematian Arianto Tawakal diusut tuntas. Mereka juga mendorong reformasi kepolisian agar kejadian serupa tidak terulang.

