Aliansi Mahasiswa UNSIQ Minta Transparansi Biaya Pendidikan dan Penegakan Etika Akademik

Aliansi Mahasiswa UNSIQ Minta Transparansi Biaya Pendidikan dan Penegakan Etika Akademik

WONOSOBO — Aliansi Mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) menyampaikan pernyataan sikap terkait sejumlah persoalan akademik dan kebijakan institusional yang dinilai belum berpihak pada mahasiswa. Dalam pernyataan itu, mereka mengajukan tuntutan mulai dari transparansi biaya pendidikan hingga penegakan etika akademik di lingkungan kampus.

Ketua BEM UNSIQ, Friyan Aizah, mengatakan gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keberlangsungan pendidikan yang adil dan berkualitas di kampus. Ia menilai ada persoalan yang berhubungan dengan akses pendidikan serta keterbukaan kebijakan yang berdampak langsung pada mahasiswa.

“Kami melihat ada persoalan serius yang menyangkut akses pendidikan dan transparansi kebijakan. Mahasiswa berhak mendapatkan kejelasan, terutama terkait pembiayaan dan kebijakan akademik yang berdampak langsung pada mereka,” ujar Friyan pada Selasa, 28/4/26.

Dalam pernyataan sikapnya, aliansi mahasiswa mendesak pihak kampus untuk mengaktifkan kembali mahasiswa yang terancam dicutikan dengan mempertimbangkan aspek keadilan sosial dan kondisi ekonomi mahasiswa. Mereka juga menuntut transparansi yang sistematis dan akuntabel terkait mekanisme pembayaran biaya pendidikan dari tahun ke tahun.

Selain itu, mahasiswa meminta keterbukaan informasi mengenai struktur biaya pendidikan beserta alokasi penggunaannya secara rasional dan terukur. Mereka juga menyoroti perlunya kejelasan mekanisme setiap program pendidikan di tingkat fakultas agar berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, bukan sekadar formalitas administratif.

Friyan menambahkan, penegakan sanksi terhadap pelanggaran etik dan profesionalitas dosen turut menjadi sorotan. Menurutnya, pengawasan yang tegas dan berkelanjutan diperlukan untuk menjaga integritas serta kualitas proses akademik di UNSIQ.

“Penegakan aturan harus dilakukan secara transparan dan proporsional. Ini penting untuk menjaga kepercayaan mahasiswa terhadap institusi,” tegasnya.

Aliansi Mahasiswa UNSIQ menyatakan tuntutan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga mutu pendidikan. Mereka juga menyampaikan bahwa apabila tidak ada respons serius dari pihak kampus dalam waktu dekat, mahasiswa akan menempuh langkah lanjutan sebagai bentuk perjuangan kolektif.

Pernyataan itu ditutup dengan seruan solidaritas, “Hidup Mahasiswa! Panjang Umur Perjuangan!”, sebagai simbol komitmen untuk terus mengawal isu-isu pendidikan di lingkungan kampus.