Aria Bima: Kampus Harus Menjaga Semangat Kritis dalam Situasi Apa Pun

Aria Bima: Kampus Harus Menjaga Semangat Kritis dalam Situasi Apa Pun

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menekankan pentingnya dunia akademis mempertahankan semangat kritis dalam situasi apa pun. Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara Gaspol Goes to Campus yang digelar di Aula FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/2/2026).

Dalam sesi tanya jawab, Aria Bima merespons pertanyaan mahasiswa terkait tuntutan agar mahasiswa selalu kritis, sementara di sisi lain pemerintah dinilai melahirkan kebijakan yang bertentangan dengan realitas di masyarakat. Menurut Aria Bima, kekuasaan akan selalu hadir dalam berbagai bentuk, baik yang demokratis maupun otoriter.

Ia mengatakan, beragam bentuk kekuasaan semestinya tidak menyurutkan semangat dunia akademis untuk terus bersikap kritis, termasuk ketika kritik direspons dengan represi. “Saya melihat kampus sama saja posisinya, tidak terbebani. Tetap kritis,” kata Aria Bima.

Aria Bima juga menilai kampus dibutuhkan untuk mengurai persoalan secara rasional dan merancang solusi. Ia menyebut dunia akademis dapat memecah persoalan dengan mencari variabel, indikator, serta hubungan sebab-akibat dari yang paling mendasar hingga yang tidak mendasar, lalu menyusun rancangan untuk mengubah, memperbaiki, dan memberikan solusi.

Acara Gaspol Goes to Campus di UNS merupakan kolaborasi Kompas.com dengan UNS. Selain live podcast, kegiatan ini juga menghadirkan tiga kelas pelatihan yang dapat diikuti secara gratis.

Kelas pertama, The Producer's Lab, dibawakan oleh host Gaspol Podcast Tatang Guritno dan membahas kiat produksi program YouTube. Kelas kedua, The Social Strategist, dipandu Content Marketing Manager Kompas.com Luthfi Kurniawan dengan materi pembentukan personal branding. Sementara kelas ketiga bertajuk Critical Digital Literacy yang membahas disinformasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan cara mengatasinya, dipandu Editor Cek Fakta Kompas.com Bayu Galih Wibisono.