ATR/BPN Nyatakan Dukungan untuk Proyek Giant Sea Wall Pantura, Wamen Ossy Tekankan Sinkronisasi Tata Ruang

ATR/BPN Nyatakan Dukungan untuk Proyek Giant Sea Wall Pantura, Wamen Ossy Tekankan Sinkronisasi Tata Ruang

Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan komitmennya mengawal percepatan pembangunan Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Terpadu, termasuk proyek tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall).

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menyampaikan dukungan kementeriannya mencakup tiga aspek utama, yakni sinkronisasi tata ruang, percepatan perizinan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), serta pengadaan tanah.

“Ada tiga hal dukungan kami dari Kementerian ATR/BPN. Pertama adalah sinkronisasi Rencana Tata Ruang dengan rencana induk, agar proyek ini tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga sesuai secara spasial dan legal,” ujar Ossy dalam Kick Off Meeting di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (04/05/26).

Ossy menjelaskan, revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) yang tengah berjalan telah mengakomodasi program perlindungan pesisir, termasuk pembangunan Giant Sea Wall di kawasan Pantura Jawa. Penyesuaian tata ruang juga akan dilakukan di tingkat daerah agar selaras dengan rencana induk nasional.

Selain itu, ATR/BPN menyatakan akan mengoptimalkan percepatan penerbitan KKPR, terutama apabila proyek tersebut ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, pelaksanaannya tetap memperhatikan kewenangan lintas sektor, baik di wilayah laut, kawasan hutan, maupun area di luar keduanya.

Dalam aspek pengadaan tanah, Ossy menegaskan kesiapan kementeriannya untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarkementerian dan lembaga agar proses berjalan efektif.

“Kami mendorong penguatan working group lintas sektor sehingga integrasi dan overlay peta bisa dilakukan secara optimal,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan bahwa proyek perlindungan pesisir Pantura Jawa memerlukan pendekatan terintegrasi.

“Pendekatan tidak bisa parsial. Harus dari hulu ke hilir, dari darat hingga laut, serta melibatkan semua pihak,” ujar Agus.

Proyek perlindungan pesisir Pantura Jawa disebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menghadapi ancaman abrasi, banjir rob, serta dampak perubahan iklim di wilayah pesisir utara Pulau Jawa.