JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendorong transparansi serta perbaikan tata kelola keuangan negara melalui optimalisasi penggunaan Cash Management System (CMS).
Dalam kegiatan Apresiasi Pengelolaan Cashless dan Optimalisasi Pendapatan Negara melalui PNBP yang digelar Rabu (29/4/2026), Sekretaris Jenderal ATR/BPN Dalu Agung Darmawan menyampaikan bahwa pengelolaan kas kementerian dalam tiga tahun terakhir telah memanfaatkan CMS secara konsisten.
“Ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola keuangan negara, menerapkan transaksi digital secara real time, meminimalkan praktik korupsi, serta mempermudah pengawasan oleh pimpinan dan auditor secara akuntabel dan berintegritas,” kata Dalu Agung Darmawan dalam sambutannya di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
CMS merupakan sistem yang menyediakan layanan informasi saldo, transfer antar rekening, pembayaran penerimaan negara dan utilitas, serta berbagai fasilitas transaksi perbankan lainnya secara real time dan online. Penggunaan CMS mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 183 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Rekening Pengeluaran Milik Kementerian Negara/Lembaga.
Dalu menjelaskan, regulasi tersebut mendorong bendahara satuan kerja di lingkungan ATR/BPN memanfaatkan sistem pembayaran dan penyetoran nontunai. Melalui penggunaan CMS, risiko penyimpangan dalam pengelolaan kas negara diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Ia juga menyebut penggunaan CMS di lingkungan ATR/BPN terus menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Kementerian menargetkan capaian transaksi melalui CMS pada 2026 dapat semakin optimal. Dalu menambahkan, pada 2025 ATR/BPN meraih peringkat pertama kategori penggunaan CMS kementerian/lembaga dengan jumlah virtual account lebih dari 500 rekening.
Dalam kegiatan yang sama, ATR/BPN menyerahkan penghargaan kepada satuan kerja dari tingkat pusat, Kantor Wilayah BPN Provinsi, hingga Kantor Pertanahan Kabupaten/kota yang mencatat penggunaan CMS terbanyak serta capaian penerimaan PNBP terbaik.
Penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, antara lain satuan kerja dengan persentase penggunaan CMS tertinggi pada rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Selain itu, terdapat kategori capaian target PNBP terbaik untuk kelompok target besar, sedang, dan kecil.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kartika Sari melaporkan proses implementasi CMS di lingkungan ATR/BPN. Ia menyebut optimalisasi CMS menjadi strategi penting untuk memperluas penerapan transaksi nontunai sekaligus meningkatkan PNBP sebagai kontribusi kepada negara.
“Kegiatan pengelolaan CMS ini ditujukan untuk memitigasi potensi temuan BPK yang berulang, sekaligus mendukung pengelolaan APBN dan PNBP serta meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi penggunaan pembayaran non tunai,” ujar Kartika Sari.

