Karawang—Akses komunikasi dengan Kepala SMPN 1 Jatisari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan setelah sejumlah awak media mengaku kesulitan menemui kepala sekolah, Toni Andika Aryawan, saat hendak melakukan konfirmasi.
Upaya konfirmasi tersebut disebut berkaitan dengan informasi mengenai Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi untuk periode 2025 hingga 2026. Namun, beberapa wartawan menyampaikan bahwa ketika mereka mendatangi sekolah, kepala sekolah kerap tidak berada di tempat.
“Sudah beberapa kali kami datang ke sekolah untuk konfirmasi, tetapi kepala sekolah tidak pernah ada di kantor,” ujar salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya.
Menurut keterangan para wartawan, kunjungan terakhir pada 5 Mei 2026 juga belum menghasilkan pertemuan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi dan kedisiplinan pimpinan di lingkungan sekolah.
Sejumlah sumber menyebutkan, kesulitan menemui kepala sekolah tidak hanya dialami oleh satu pihak media. Beberapa lembaga sosial kontrol juga mengaku mengalami hal serupa ketika mencoba melakukan klarifikasi.
Situasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik. Minimnya akses komunikasi dengan pihak sekolah dinilai dapat menghambat transparansi, terutama terkait pengelolaan program pendidikan.
“Kalau memang tidak ada masalah, seharusnya bisa terbuka dan memberikan penjelasan. Jangan sampai terkesan menghindar,” ungkap salah satu perwakilan lembaga sosial kontrol.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMPN 1 Jatisari belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi lanjutan masih dilakukan untuk memperoleh penjelasan dari pihak terkait.

