Bappeda Kota Sukabumi Susun KLHS untuk Dukung Revisi RTRW 2022–2042 dan Penyusunan RPJMD

Bappeda Kota Sukabumi Susun KLHS untuk Dukung Revisi RTRW 2022–2042 dan Penyusunan RPJMD

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi menyusun Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sebagai langkah awal untuk mendukung revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2022–2042, sekaligus penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Mohammad Hasan Asari, mengatakan proses penyusunan KLHS telah memasuki tahap awal yang ditandai dengan pelaksanaan kick-off meeting bersama perangkat daerah dan para pemangku kepentingan.

Menurut Hasan, KLHS bertujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi sejumlah isu strategis, serta merumuskan alternatif kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Ia menambahkan, proses penyusunan dilakukan secara partisipatif dan transparan agar menghasilkan rekomendasi yang komprehensif.

Ia menyebutkan, hasil KLHS diharapkan dapat menekan potensi dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus mengoptimalkan manfaat pembangunan bagi masyarakat. “KLHS diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan,” ujar Hasan.

Dalam forum kick-off meeting, beberapa isu strategis turut menjadi perhatian. Di antaranya pemanfaatan lahan untuk investasi, penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, pengelolaan air tanah, persampahan, hingga perencanaan kawasan cagar budaya.

Hasan juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dengan keberlanjutan lingkungan serta ketahanan pangan. Ia menegaskan KLHS bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan kebijakan tata ruang mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan secara menyeluruh.

“Melalui KLHS, kami ingin memastikan arah kebijakan tata ruang Kota Sukabumi ke depan lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan pembangunan,” kata Hasan.