Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Ibu Minta CCTV Dibuka dan Ancam Tempuh Jalur Hukum

Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Ibu Minta CCTV Dibuka dan Ancam Tempuh Jalur Hukum

Seorang ibu bernama Nina Saleha mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk meminta kejelasan atas insiden bayinya yang nyaris tertukar dan hampir dibawa oleh orang lain. Nina bersama kuasa hukumnya menuntut pihak rumah sakit membuka penjelasan secara transparan terkait peristiwa tersebut.

Menurut Nina, insiden itu diduga terjadi akibat kelalaian perawat di RSHS Bandung. Ia juga mendesak manajemen rumah sakit membuka rekaman CCTV guna mengungkap motif kejadian serta mengidentifikasi orang yang hampir membawa bayinya.

Dalam pertemuan tersebut, Nina menyerahkan surat berisi sejumlah tuntutan kepada pihak rumah sakit. Tuntutan itu antara lain meminta kejelasan atas kasus yang dinilai memiliki unsur pidana, menegaskan tidak adanya kesepakatan damai, serta mendesak pembukaan rekaman CCTV untuk mengungkap motif kejadian dan mengetahui pihak yang diduga hendak membawa bayi.

Kuasa hukum Nina, Krisna Murti, menyatakan kliennya mengalami trauma akibat peristiwa itu. Ia menegaskan, bila tidak ada itikad baik dari pihak RSHS untuk mengungkap kasus secara transparan, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum karena ditemukan dugaan penculikan. Pernyataan itu disampaikan Krisna pada Senin (13/4/2026).

Selain langkah hukum, Nina melalui kuasa hukumnya juga berencana mengirim surat kepada Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan agar dilakukan evaluasi terhadap pelayanan rumah sakit.

Dari pihak RSHS, Bagian Hukum Kahfi membenarkan adanya pertemuan dengan Nina. Ia menyatakan rumah sakit akan segera melakukan evaluasi atas insiden bayi nyaris tertukar tersebut.

Manajemen rumah sakit menyebut mereka sebelumnya sudah bertemu dengan ibu bayi dan menyampaikan permohonan maaf. Sebagai tindak lanjut, perawat yang diduga lalai disebut telah dinonaktifkan sementara, diberi sanksi Surat Peringatan Satu (SP1), serta dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien secara langsung.

RSHS menilai kejadian tersebut merupakan murni kelalaian dari perawat.