Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan penerapan sistem kerja fleksibel melalui Work From Home (WFH) di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas pelayanan publik.
Sekretaris Utama BKN Imas Sukmariah mengatakan, kebijakan kerja fleksibel memiliki sejumlah target utama. Ia menyebut peningkatan kecepatan dan transparansi menjadi sasaran awal, disusul dorongan efisiensi operasional, kemudahan aksesibilitas, serta efisiensi penggunaan anggaran.
“Target utama dari pada kegiatan penerapan sistem kerja yang fleksibilitas ini pertama kita harus meningkatkan kecepatan dan transparansi. Kemudian mendorong efisiensi operasional, kemudian mempermudah aksesibilitas dan tentu yang kita harapkan di masa sekarang kita harus melakukan efisiensi penggunaan anggaran,” kata Imas dalam BKN Menyapa ASN Seri 27, Kamis, 23 April 2026.
Menurut Imas, kebijakan tersebut juga telah diterapkan di lingkungan BKN sebagai bagian dari upaya efisiensi dan peningkatan kinerja. Ia menyampaikan bahwa BKN memiliki pengalaman penerapan WFH yang dijadikan contoh praktik baik.
“Nanti Bu Karo SDM juga akan menyampaikan berapa efisiensi yang telah kita lakukan selama kita melakukan WFH di lingkungan BKN. Itu sebagai contoh best practice yang sudah kita lakukan sebenarnya dari tahun 2025 dan kita lanjut sesuai arah Presiden juga di 2026,” ujarnya.
BKN, kata Imas, telah melakukan uji coba sistem kerja fleksibel sejak 2025. Uji coba itu dilakukan karena layanan yang diberikan BKN telah berbasis digital.
“Di tahun 2025 sesuai dengan arahan dari Pak Kepala BKN, kita melakukan uji sistem karena seluruh pelayanan yang diberikan oleh BKN ada 47 produk layanan kepegawaian ini semuanya sudah berbasis digital,” jelasnya.
Dengan digitalisasi tersebut, Imas menegaskan proses layanan kepegawaian tidak lagi dijalankan secara konvensional dan tidak mengharuskan pengajuan dokumen fisik.
“Jadi, semuanya tidak ada lagi harus mengajukan dalam bentuk fisik ya, konvensional,” tegasnya.
Imas menambahkan, transformasi ini juga menjadi bagian dari upaya adaptasi terhadap dinamika dunia kerja yang terus berkembang.

